Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akurasi Waktu Subuh Aplikasi Android: Studi MASA Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Akurasi Waktu Subuh Aplikasi Android: Studi MASA Muhammadiyah
Oleh : Setyawan Aji Samudra Mahasiswa Magister Informatika UAD
pwmu.co -

Transformasi digital telah mengubah cara umat Islam mengakses informasi keagamaan, termasuk dalam penentuan waktu salat.

Jika sebelumnya jadwal salat diperoleh melalui kalender cetak atau pengumuman masjid, kini masyarakat semakin mengandalkan aplikasi mobile berbasis Android yang dapat diakses secara real-time dan personal melalui gawai masing-masing.

Di tengah kemudahan tersebut, waktu salat subuh menjadi salah satu waktu yang paling sering menimbulkan perbedaan antar aplikasi.

Tidak jarang, pengguna mendapati waktu subuh pada satu aplikasi berbeda beberapa menit dibandingkan aplikasi lainnya.

Perbedaan ini kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait akurasi dan keabsahan jadwal salat yang digunakan.

Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern turut merespons perkembangan ini dengan menghadirkan aplikasi MASA Muhammadiyah sebagai rujukan resmi waktu ibadah bagi warganya.

Aplikasi ini disusun berdasarkan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid serta perhitungan astronomi yang terstandar.

Namun, di tengah banyaknya aplikasi jadwal salat populer yang tersedia di Play Store, penting untuk mengetahui sejauh mana konsistensi dan posisi waktu Subuh yang ditetapkan aplikasi MASA dibandingkan aplikasi Android lainnya.

Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif-kuantitatif perbedaan waktu salat subuh antar aplikasi mobile, dengan fokus pada perbandingan antara aplikasi MASA Muhammadiyah dan beberapa aplikasi Android yang banyak digunakan masyarakat.

Waktu Salat Subuh dalam Perspektif Astronomi

Secara astronomi, waktu salat subuh dimulai ketika matahari berada pada sudut tertentu di bawah ufuk timur, yang dikenal sebagai fajar shadiq.

Dalam praktiknya, terdapat perbedaan pendapat mengenai sudut ketinggian matahari yang digunakan, seperti −18°, −19°, atau −20°. Perbedaan sudut ini berimplikasi langsung pada perbedaan waktu subuh yang dapat mencapai beberapa menit.

Variasi inilah yang kemudian memengaruhi hasil perhitungan waktu subuh pada berbagai aplikasi, tergantung pada metode hisab dan referensi astronomi yang digunakan oleh masing-masing pengembang.

Aplikasi MASA Muhammadiyah dikembangkan berdasarkan hisab hakiki kontemporer yang digunakan oleh Muhammadiyah.

Perhitungan waktu salat dalam aplikasi ini merujuk pada keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid serta standar astronomi modern yang telah dikaji secara kelembagaan.

Tujuan utama aplikasi MASA adalah memberikan kepastian waktu ibadah yang ilmiah, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan, khususnya bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Aplikasi Android Jadwal Salat Populer

Selain MASA Muhammadiyah, terdapat sejumlah aplikasi Android lain yang banyak digunakan masyarakat untuk mengakses jadwal salat.

Beberapa di antaranya adalah WeMuslim, MuslimPro, dan Al Quran Indonesia. Aplikasi-aplikasi tersebut menggunakan metode perhitungan waktu salat yang beragam, bahkan sebagian tidak menjelaskan secara rinci standar hisab atau sudut matahari yang digunakan.

Perbedaan pendekatan inilah yang berpotensi menimbulkan variasi waktu Subuh antar aplikasi.

Hasil dan Pembahasan

Pengamatan dilakukan terhadap jadwal sholat Subuh selama 14 hari, yaitu pada periode 14–27 Januari 2026, dengan lokasi yang sama.

Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan waktu Subuh yang konsisten antar aplikasi, dengan pola yang relatif stabil dari hari ke hari.

Secara ringkas, hasil perbandingan dapat dirangkum sebagai berikut:

MASA Muhammadiyah
Menetapkan waktu sholat Subuh pada posisi moderat. Waktu Subuh yang ditampilkan tidak paling awal dan tidak pula paling akhir dibandingkan aplikasi pembanding. Pola ini konsisten sepanjang periode pengamatan.

WeMuslim
Cenderung menetapkan waktu sholat Subuh lebih lambat dibandingkan MASA Muhammadiyah, dengan selisih rata-rata sekitar 1–3 menit.

MuslimPro dan Al Quran Indonesia
Menunjukkan waktu sholat Subuh yang lebih awal dibandingkan MASA Muhammadiyah, dengan selisih sekitar 6–7 menit. Kedua aplikasi ini menampilkan waktu Subuh yang sama secara konsisten, mengindikasikan penggunaan metode perhitungan yang serupa

Perbedaan waktu salat subuh antar aplikasi tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan teknis, melainkan oleh perbedaan metode hisab dan standar penentuan fajar yang digunakan masing-masing pengembang.

Aplikasi MASA Muhammadiyah merujuk pada keputusan resmi Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, sehingga menghasilkan waktu sholat yang terstandar dan konsisten secara kelembagaan.

Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap dasar perhitungan waktu sholat, agar masyarakat tidak sekadar mengikuti aplikasi secara praktis, tetapi juga memahami landasan ilmiah dan keagamaan di baliknya.

Berdasarkan analisis perbandingan jadwal sholat Subuh antar aplikasi mobile berbasis Android, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan waktu subuh yang konsisten antar aplikasi.

Aplikasi MASA Muhammadiyah menampilkan waktu Subuh yang berada pada posisi moderat, tidak terlalu awal dan tidak terlalu lambat dibandingkan aplikasi pembanding.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan metode hisab dan standar penentuan fajar yang digunakan masing-masing aplikasi, bukan disebabkan oleh kesalahan teknis.

Dengan merujuk pada keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, aplikasi MASA Muhammadiyah menunjukkan konsistensi perhitungan dan dapat dijadikan rujukan yang kredibel dalam penentuan waktu salat subuh.

Pemahaman terhadap metodologi perhitungan waktu sholat menjadi penting agar pemanfaatan aplikasi digital dalam ibadah dapat dilakukan secara tepat, ilmiah, dan bertanggung jawab. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu