Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Al Islam Agamaku, Muhammadiyah Gerakanku, Wahabi dan Syiah Saudaraku

Iklan Landscape Smamda
Al Islam Agamaku, Muhammadiyah Gerakanku, Wahabi dan Syiah Saudaraku
pwmu.co -

Oleh Nurbani Yusuf (Komunitas Padhang Makhsyar)

PWMU.CO- Jika dua orang mukmin bertengkar maka damaikanlah jangan dikompori biar tak tambah panas, Jadilah umat terbaik, yang adil ketika dua golongan mukmin berselisih, janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berbuat tidak adil.

Junjungan kita Nabi Saw bernasehat, “Jangan saling memata-matai dan mencari-cari keburukan. Sungguh keburukanmu sangat banyak.”

Muhammadiyah memposisikan sebagai khairu ummah, umat terbaik, ‘Islam Tengahan’ menjadi saksi yang adil.

Afwan sementara saya abaikan pendapat Ibnu Taymiyah Bin Bazz Ustaimin Fauzan dan yang semisal tentang kafirnya Syiah.
Allah Azza Wa Jalla berfirman: Yang disebut orang beriman hanyalah : yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.. cukup ! (Qs. An Nur)


Pandangan Muhammadiyah tentang Syiah dalam Muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015 sungguh sangat menarik:
Muhammadiyah mendorong adanya dialog intensif antara Sunni-Syiah untuk meningkatkan komitmen, “Saling memahami persamaan dan perbedaan, komitmen untuk memperkuat persamaan dan menghormati perbedaan, serta membangun kesadaran historis bahwa selain konflik, kaum Sunni dan Syiah memiliki sejarah kohabitasi dan kerjasama yang konstruktif dalam membangun peradaban Islam.”

Rekomendasi ini menegaskan bahwa meskipun ada perbedaan mendasar dan prinsipil antara Sunni dan Syiah bukan berarti pintu dialog telah tertutup. Dalam hal ini Muhammadiyah justru mendorong adanya dialog intensif antara keduanya.

Muhammadiyah mengakui adanya perbedaan tapi tidak menyesatkan apalagi mengkaferkan atau mengeluarkan dari Islam.

Realitasnya Wahabi dan Syiah adalah dua orang mukmin yang sedang berselisih sebab itu damaikanlah.


Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Qs Al Hujurat)

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, perangilah golongan yang berbuat zalim itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.

Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (Qs Al Hujurat)


Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka.

Saya sangat paham kenapa rumpun ulama salafi-wahabi dan seluruh pengikutnya begitu ketakutan dan membenci Syiah.
Saya juga paham betapa Sayidina Ali, keluarga dan pengikutnya mendapat perlakuan kurang baik, bahkan intimidasi teror, kezaliman, perkusi dan pembunuhan hingga saat sekarang.

Ini sejarah kelam umat Islam yang harus segera diubah sebagai bagian dari sejarah yang tidak boleh di ulang tapi dijadikan ibrah dan diambil hikmahnya.


Wahai saudaraku Wahabi, janganlah mengolok-olok Syiah, siapa tahu Syiah lebih baik darimu. Wahai saudaraku Syiah, janganlah mengolok-olok Wahabi, siapa tahu Wahabi lebih baik darimu. Sesungguhnya Tuhanku, Tuhanmu dan Tuhan kita adalah Rabb Yang Ahad. (*)

Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu