Search
Menu
Mode Gelap

Alasan Strategis Umsura Ubah FKIP Jadi Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains

Alasan Strategis Umsura Ubah FKIP Jadi Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains
Dr. Achmad Hidayatulloh. Foto: Dok/Pro
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Surabaya resmi meluncurkan nama baru salah satu fakultasnya, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains (FPKS).

Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian identitas, tetapi sebuah langkah strategis yang mencerminkan visi baru yang lebih progresif, relevan, dan berorientasi masa depan.

Perubahan nama ini ditetapkan melalui SK Rektor tertanggal 13 Oktober 2025, dan secara resmi dilaunching pada Selasa (9/12/22025), dalam sebuah acara yang dihadiri pimpinan universitas, civitas akademika, serta perwakilan organisasi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains Achmad Hidayatullah, Ph.D menyatakan, transformasi ini menjadi momentum penting bagi Umsura untuk menegaskan kembali komitmen akademiknya.

Fakultas yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan keguruan kini memperluas cakupannya menjadi rumah bagi generasi pemikir kritis, calon pemimpin, inovator, dan peneliti yang memiliki daya saing global.

“Perubahan nama fakultas ini bukan sekadar pergantian identitas, tetapi sebuah lompatan visi yang berkemajuan. Kami ingin menegaskan komitmen baru: menjadi rumah bagi generasi yang berpikir kritis, calon pemimpin, inovator, dan peneliti yang berdaya saing global,” ujarnya,” Rabu (10/12/2025).

Dia menambahkan, perubahan ini juga menjadi bentuk keseriusan Umsura untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, sebuah ekosistem yang menyatukan pedagogi, teknologi, sains, komunikasi, media, dan kreativitas dalam satu kesatuan yang harmonis.

Sebagai bagian dari roadmap pengembangan institusi, fakultas baru ini tengah mempersiapkan pembukaan sejumlah program studi yang futuristik dan visioner. Beberapa di antaranya S1 Data Science, S2 Pendidikan Digital, dan S1 Film dan Animasi.

Program studi lain yang berorientasi masa depan juga tengah dalam tahap kajian. Seluruh inisiatif ini dirancang berdasar kebutuhan dunia kerja, peluang riset multidisipliner, serta visi Umsura untuk menciptakan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menjadi solusi atas tantangan global.

“Sebagai dekan, saya percaya perubahan nama ini membawa spirit dan identitas baru. Ini akan menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam dinamika perubahan dan membentuk masa depan,” tegas Dayat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Mahasiswa Beri Dukungan Penuh

Transformasi fakultas ini mendapat sambutan positif dari berbagai organisasi mahasiswa tingkat fakultas. Mereka memandang perubahan ini sebagai langkah maju yang penting untuk memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Reza Bima Sesoca, Ketua IMM Komisariat Bluesavant, menyampaikan bahwa IMM siap mengawal proses perubahan ini.

“IMM memandang perubahan nama fakultas sebagai momentum positif untuk memperkuat budaya akademik dan pengabdian. Kami berkomitmen mengawal implementasinya agar tetap sejalan dengan kepentingan mahasiswa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Diana, Ketua BEM Fakultas, turut mengapresiasi transformasi ini.

“BEM menyambut baik perubahan nama fakultas sebagai langkah maju. Identitas baru ini akan membuka ruang pembaruan, dan kami siap mendukung agar perubahan ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Lutfillah, Ketua DPM Fakultas, yang menilai transformasi ini sangat strategis.

“Perubahan ini memperluas kualitas akademik, memperkuat relevansi keilmuan, dan memastikan fakultas mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus tetap mengembangkan program studi yang telah ada,” katanya. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments