
PWMU.CO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 40 Desa Randuagung Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menunjukkan kontribusi nyata mereka dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dengan menyerahkan sebuah inovasi alat pembakaran sampah minim asap kepada masyarakat setempat. Alat pembakaran sampah minim asap ini merupakan hasil inovasi mahasiswa KKN sekaligus Teknologi tepat guna yang bertujuan membantu mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekitar tanpa mencemari udara dengan asap berlebih.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik 40 yang berasal dari UMG memperkenalkan alat yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi persoalan utama di lingkungan Randuagung. Alat pembakaran sampah minim asap ini dibuat dengan desain sederhana namun efektif, mengutamakan pembakaran sempurna yang ramah lingkungan tanpa menimbulkan polusi udara berlebih.
Alat Pembakar Sampah Minim Asap
Acara penyerahan dilakukan secara simbolis pada (21/03/2025) jam 16.00 oleh Ketua KKN yaitu Mochammad Ega Hendrawan dan Dosen pembimbing lapangan KKN 40 Bapak Heru Baskoro kepada Kepala Desa Randuagung, disaksikan oleh perangkat desa dan masyarakat. Kepala Desa Randuagung, dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia berharap alat ini dapat menjadi solusi konkret bagi pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Alat ini bukan hanya hasil inovasi teknologi, tetapi juga wujud kepedulian anak-anak muda terhadap lingkungan tempat mereka mengabdi. Semoga ini menjadi contoh nyata bagi generasi muda lainnya untuk turut berkontribusi dalam membangun desa,” ujar Kepala Desa Randuagung.
Tim KKN Tematik 40 Desa Randuagung menjelaskan bahwa alat ini dirancang dengan konsep pembakaran dua tahap yang dapat mengurangi asap secara signifikan. Selain itu, alat ini portable, mudah dipindahkan, dan dapat digunakan oleh masyarakat dalam skala rumah tangga maupun komunitas kecil. Pembuatan alat ini pun memanfaatkan material yang terjangkau agar dapat dengan mudah direplikasi.
Di akhir acara, mahasiswa KKN Tematik 40 Desa Randuagung berpesan agar masyarakat tidak hanya berhenti pada penggunaan alat ini, tetapi juga mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan, seperti memilah sampah, mendaur ulang, dan mengurangi penggunaan plastik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 40 Desa Randuagung membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan nyata. Inovasi sederhana yang hadir dari tangan anak muda tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan lokal, tetapi juga menjadi pendorong semangat perubahan untuk Indonesia yang lebih bersih dan sehat. (*)
Penulis Alfiah Prima Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments