Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Alumni LPM Pabelan UMS Gelar Pabelan Inspiring Perdana, Hadirkan Desainer Layout Internasional

Iklan Landscape Smamda
Alumni LPM Pabelan UMS Gelar Pabelan Inspiring Perdana, Hadirkan Desainer Layout Internasional
pwmu.co -
Gelaran webinar Pabelan Inspiring

PWMU.CO – Alumni Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pabelan Inspiring pada Sabtu (19/7/2025).

Pabelan Inspiring yang dilaksanakan dengan model webinar melalui aplikasi zoom ini digelar untuk pertama kalinya.

Kegiatan bertema “Mendesain Kreatif Media Lintas Negara” ini menghadirkan pembicara seorang Alumnus LPM Pabelan 2006, Agung Setyawan dan dipandu oleh Founder program Pabelan Inspiring, Agus Yuliawan.

Agung Setyawan merupakan anggota aktif LPM Pabelan 2024-2026 yang saat ini bekerja sebagai perancang layout untuk media massa luar negeri. Selain itu, Agung juga merancang layout berbagai media promosi luar ruang, seperti brosur, poster, flyer, hingga kartu nama.

Pelaksanaan Webinar Pabelan Inspiring yang bekerja sama dengan TVMu Jogja ini tidak hanya diikuti oleh alumni dan anggota aktif LPM Pabelan, tetapi juga melibatkan peserta dari kalangan eksternal.

Agus Yuliawan menjelaskan bahwa program Pabelan Inspiring menjadi ruang interaksi, mediasi, dan silaturahmi dalam merajut hubungan antaralumni LPM Pabelan.

“Kita berharap dengan adanya program ini bisa dimanfaatkan oleh para alumni untuk memberikan inspirasi positif yang bisa dibagikan dari generasi ke generasi,” ujar Agus Yuliawan.

Agus Yuliawan juga menyampaikan bahwa LPM Pabelan yang berdiri sejak 1977 telah melahirkan banyak alumni yang bekerja tidak hanya di bidang jurnalistik, tapi juga bidang lainnya

“Ada yang berkiprah sebagai pengajar, wirausahawan, akademisi, politisi, pegiat LSM, hingga profesional lintas negara. Kiprah mereka yang luar biasa dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda,” ujar alumnus LPM Pabelan akhir 1990-an tersebut.

Pada kesempatan awal sharing pengalaman menjadi remote worker level internasional tersebut, Agung Setyawan menyampaikan bahwa ia merupakan anggota LPM Pabelan aktif tahun 2004-2006.

“Saya lebih intens belajar di bagian setting layout di produk-produk media yang dibuat di Pabelan,” imbuh pria lulusan Prodi Teknik industri Fakultas Teknik UMS tahun 2010 tersebut.

Agung mengungkapkan bahwa saat masih aktif di Pabelan, ia pernah mengikuti short course desain layout hasil kerja sama LPM Pabelan dengan salah satu perusahaan perbankan yang beriklan.

Setelah lulus dari UMS, selain bekerja sebagai desainer layout lepas, Agung juga pernah bergabung dengan sejumlah media massa di Kota Surakarta, seperti Solopos dan Joglosemar, pada bagian setting layout.

Remote Worker

Ia juga menjelaskan bahwa perkenalannya dengan pekerjaan sebagai remote worker di bidang desain layout internasional dimulai pada awal tahun 2020, setelah tidak lagi bekerja di media massa.

“Saya mulai coba-coba masuk ke komunitas desain layout internasional pada Maret 2020. Ya, ikut komunitas-komunitas dulu. Nah, ‘pecah telurnya’ itu pada September 2020. Jadi, butuh sekitar setengah tahun sampai akhirnya dapat order pertama, waktu itu dari Amerika Serikat (AS),” ujar ayah dua anak ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Diakui Agung, bukan perkara mudah untuk bisa mendapatkan proyek dari luar negeri, mengingat ia sendiri adalah pemula dan berada dalam persaingan antardesainer dari banyak negara.

“Kompetitor saya itu ada yang dari India, Pakistan juga ada dan banyak lagi desainer dari berbagai negara,” jelas Agung.

Dalam kesempatan tersebut, Agung menyampaikan sejumlah cara agar bisa mendapat proyek dari luar negeri, mulai dari harus punya kemampuan yang bisa diandalkan, Curriculum Vitae (CV) yang menjanjikan, serta masuk dalam komunitas-komunitas freelance.

Agung Setyawan mengungkapkan, selama 5 tahun bekerja sebagi desainer layout internasional, ia telah memperoleh ratusan proyek desain mulai dari cover halaman depan media massa, poster, flyer hingga kartu nama.

“Dari pengguna di Amerika saya sudah mendapat 514 proyek desain layout. Dari Eropa juga banyak seperti dari Jerman, Prancis, dan lain-lain,” terang Agung.

Mengenai penghasilan yang didapat dari menyelesaikan proyek desain setting layout luar negeri tersebut, Agung mengaku mendapat bayaran yang bervariasi.

“Ada pemberi proyek yang membayar 5 dolar. Kalau dikurskan, sekitar Rp50 ribu. Ya, ada juga yang bayar segitu. Tapi saya juga pernah mendapat bayaran yang jauh lebih besar,” ungkapnya.

Agung menambahkan, saat ini ia memiliki proyek tetap dari Amerika Serikat yang dikerjakan setiap bulan sekali.

“Saya bekerja tanpa kontrak, jadi harus selalu siap 24 jam jika sewaktu-waktu ada proyek masuk. Saat ini, ada satu proyek bulanan dari The Chronicle News yang berbasis di Michigan,” katanya.

Bagi Agung, belajar jurnalistik dan setting layout di LPM Pabelan UMS memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah pemahaman tentang aktivitas produksi media yang tidak mengenal waktu.

Hal itu sangat membantu Agung ketika mendapatkan proyek dari klien luar negeri, yang perbedaan waktunya bisa mencapai 12 jam, seperti antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Saya bekerja tanpa kontrak, jadi harus siap 24 jam kalau sewaktu-waktu ada proyek masuk. Untungnya, dulu di Pabelan aktivitasnya juga tidak kenal waktu. Bekerja di media massa memang bisa 24 jam. Layout media pun sering dikerjakan pada malam hari,” ungkapnya. (*)

Penulis Pujoko Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu