Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Amira Rasyida Azzahra Raih Peringkat Lima Dunia di Inline Freestyle World Championships 2025

Iklan Landscape Smamda
Amira Rasyida Azzahra Raih Peringkat Lima Dunia di Inline Freestyle World Championships 2025
Amira Rasyida Azzahra siswi SD Muhammadiyah 1 GKB berlaga di ajang Inline Freestyle World Championship 2025. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School). Amira Rasyida Azzahra, siswi kelas V Dewi Sartika, berhasil meraih peringkat lima dunia pada ajang Inline Freestyle World Championships 2025 di Singapura, (1–4/12/2025).

Perjalanan Amira menuju panggung dunia penuh kejutan. Pada (20/10/2025), ia mengikuti Kejuaraan Inline Freestyle tingkat nasional di Yogyakarta dan sukses meraih juara II kategori Classic Slalom serta juara II kategori Pair Slalom.

“Itu podium nasional pertama Amira di tahun 2025,” ujar Prima Verda, ibunda Amira.

Sebelumnya, sepanjang 2024 Amira telah menunjukkan potensi besar dengan meraih juara IV Classic Slalom di Bali dan juara V Battle Slalom di Cirebon.

Kejutan terbesar datang pada (31/10/2025), saat Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi) mengumumkan daftar atlet yang lolos mewakili Indonesia di kejuaraan dunia.

“Kami benar-benar kaget melihat nama Amira tercantum. Banyak atlet hebat dari berbagai kota,” ungkap sang ibu.

Waktu persiapan yang kurang dari satu bulan membuat keluarga Amira bergerak cepat mengurus paspor, sertifikat antidoping, administrasi pendaftaran, serta latihan intensif.

“November menjadi bulan yang sangat padat. Semua harus diselesaikan sambil tetap berlatih,” kenangnya.

Memasuki hari perlombaan, suasana haru dan tegang menyelimuti keluarga. Prima Verda mengaku hampir tidak bisa tidur.

“Pagi itu udara sangat dingin dan hujan. Saya takut rasa gugup saya menular ke Amira, jadi tangan saya saya tiup agar hangat sebelum memegangnya,” tuturnya. Mereka juga memperbanyak doa sebelum Amira tampil.

Usaha keras itu berbuah manis. Amira tampil percaya diri dan lancar di kategori junior, yang diikuti peserta usia 10–18 tahun dari berbagai negara.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Saya sangat bersyukur. Allah memudahkan performa Amira,” ucap sang ibu.

Menurut Prima Verda, ketertarikan Amira pada inline freestyle bermula akhir 2020 saat berusia enam tahun, terinspirasi anak-anak yang bermain sepatu roda di kawasan GKB. Sepatu roda pertamanya dibelikan di Surabaya sebagai hadiah ulang tahun ke-6. Sejak itu, Amira berlatih rutin hingga kini bergabung dengan Surf Surabaya bersama Coach Tio dan Coach Freddy dengan intensitas latihan empat kali sepekan.

Perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan, termasuk penyesuaian sepatu sesuai tingkat kemahiran. “Dari sepatu Rp250 ribu yang hanya bertahan tiga bulan, hingga akhirnya bisa memakai sepatu profesional,” ujarnya. Ia juga mengenang kisah lucu saat ayah Amira membeli sepatu yang kebesaran karena mengira seperti sepatu sekolah.

“Dikira ukurannya dilebihkan agar awet. Ternyata tidak bisa begitu. Untung Amira tidak rewel dan tetap memakainya sementara,” katanya sambil tersenyum.

Momen paling mengharukan bagi keluarga adalah ketika Amira berdiri satu panggung dengan atlet-atlet idola dunia. “Rasanya tidak ternilai,” ucap sang ibu.

Selain prestasi, Amira memperoleh pengalaman berharga, mulai dari melatih kemampuan berbahasa Inggris, berkenalan dengan atlet mancanegara, hingga menumbuhkan rasa percaya diri.

Kepala Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Prestasi Amira membuktikan bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah mampu membawa siswa ke level internasional. Sekolah sangat bangga dan akan terus mendukung pengembangan bakat peserta didik,” ujarnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu