Anak-anak turut menyemarakkan Pengajian Ahad Pagi (PAP) Hidayatul Kubra Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbersari Banyuwangi, Ahad (2/11/2025).
Subuh hari ini cuaca di Desa Sumberasri nampak cerah meskipun pengajian baru akan dimulai tepat pukul 5.00 WIB. Terlihat para jamaah sudah memadati ruangan masjid Al-Mujahidin tempat pengajian akan dilaksanakan Baik itu ruang utama yang ditempati jamaah laki-laki maupun serambi masjid yang ditempati jamaah perempuan.
Sepuluh menit menjelang pengajian inti, master of ceremony (MC) memandu jamaah untuk mengaji bersama beberapa ayat al Quran terlebih dulu. Setelah itu pengajian dimulai.
Dalam pengajian kali ini panitia PAP menghadirkan penceramah dari Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi yang membahas generasi muda sebagai tumpuan dan harapan bagi kemajuan peradaban dunia.
Penceramah mengutip kata-kata motivasi yang mengatakan ajari anak-anakmu sesuai dengan zamannya. Menurutnya kalimat tersebut memiliki makna bahwa orang tua tidak boleh lengah apalagi berhenti menyiapkan generasi yang siap menyosong masa depannya.
Namun sebaliknya, harus memiliki rasa waspada terhadap sisi negatif yang semakin mewabah dan menjangkiti generasi muda di era digital ini. Seperti penurunan daya baca dan tidak mampu berpikir kritis.
Adaptif
Pengajian yang berdurasi selama satu jam ini berlangsung dengan interaktif. Salah satu jamaah perempuan yang berada di shaf paling depan serambi masjid itu mengeluhkan kondisi dunia maya yang menurutnya saat ini sedang suram.
“Anak-anak banyak yang kecanduan game, malas belajar, dan malas membaca,” ujar salah satu jamaah perempuan.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh seorang jamaah laki-laki yang merasakan hal yang sama. Solusi yang ditawarkan pemateri, tidak melarang menggunakan ponsel, tapi dengan memilih game edukatif.
Karena di dalamnya juga terdapat pelajaran berharga, seperti berpikir kritis, analisis, bermain peran, dan numerasi (matematika).
Para orang tua hendaknya melakukan pendampingan ketika anak-anaknya aktif di media sosial. Kemudian juga memberikan pemahaman mengenai dampak baik dan buruk akibat pemakaian ponsel yang terlalu dangkal dan remeh temeh.
Selain itu, jamaah juga didorong untuk membuat perpustakaan mini di pojok rumahnya masing-masing. Hal itu untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Setelah pengajian berakhir, Takmir Masjid Al-Mujahidin, Slamet Riyadi meminta semua anak untuk maju berbaris di depan.
“Anak-anak tolong jawab pertanyaan ini. Berapakah jumlah rakaat shalat Subuh?” tanya dia dijawab dua rakaat dengan serentak oleh anak-anak itu.
Karena jawabannya benar, maka anak-anak itu diberikan amplop yang berisikan uang saku.
Panitia PAP, Triyanto Santoso mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk memotivasi anak-anak sambil menumbuhkan semangat gemar menuntut ilmu pada diri mereka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments