Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Anak Cerdas, tapi Tak Kenal Allah: Apa yang Salah dengan Pendidikan Kita?

Iklan Landscape Smamda
Anak Cerdas, tapi Tak Kenal Allah: Apa yang Salah dengan Pendidikan Kita?
pwmu.co -

Keempat, inna asy-syrka laẓulmun ‘aẓīm.
Penutup ayat ini mempertegas bahwa syirik adalah bentuk kezaliman terbesar. Karena syirik berarti menempatkan sesuatu pada tempat yang bukan haknya. Hanya Allah yang berhak disembah, tetapi ketika manusia menyekutukan-Nya, itu adalah bentuk kezaliman terhadap fitrah, terhadap akal, dan terhadap hak Allah.

Jadi, akidah adalah fondasi utama pendidikan. Bahkan sebelum berbicara soal akhlak, adab, atau ibadah, anak harus tahu siapa Tuhannya dan mengapa hanya Allah yang layak disembah.

Keteladanan dan komunikasi lembut sangat penting. Luqman menunjukkan bahwa nasihat yang menyentuh hati disampaikan bukan hanya dengan kata-kata yang benar, tetapi juga dengan cara yang bijaksana dan penuh cinta.

Bahaya syirik perlu dikenalkan sejak dini. Bukan sekadar syirik besar (menyembah berhala), tetapi juga bentuk-bentuk modern seperti terlalu mencintai dunia, takut berlebihan kepada manusia, atau menggantungkan harapan bukan kepada Allah.

Intinya, ayat ini menjadi dasar bahwa pendidikan tauhid adalah langkah pertama dalam pendidikan Islam. Luqman Al-Hakim memulai nasihat kepada anaknya dengan meluruskan akidah, bukan dengan pelajaran akhlak, ibadah, atau muamalah terlebih dahulu. Tauhid adalah akar, sementara yang lain adalah cabang dari pohon kehidupan seorang Muslim.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

Iklan Landscape UM SURABAYA

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari No. 1385 dan Muslim No. 2658)

Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu