Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Anak Mulai Enggan Sahur? Dosen Umsura Bagikan 5 Cara Efektif untuk Orang Tua

Iklan Landscape Smamda
Anak Mulai Enggan Sahur? Dosen Umsura Bagikan 5 Cara Efektif untuk Orang Tua
Foto: Freepik
pwmu.co -

Membangunkan anak untuk makan sahur sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tidak sedikit anak yang mulai menunjukkan tanda-tanda malas, bahkan melakukan “GTMM” atau Gerakan Tutup Mulut dan Mata saat waktu sahur tiba.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua diingatkan untuk tidak memaksakan kehendak secara berlebihan, melainkan menyikapinya dengan pendekatan yang lebih bijak dan penuh kesabaran.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Elmi Tri Yuliandari, membagikan lima tips yang dapat diterapkan orang tua ketika anak mulai enggan makan sahur.

1. Pastikan Anak Istirahat Cukup

Menurut Elmi, kunci utama agar anak mudah bangun sahur adalah memastikan waktu istirahatnya tercukupi. Anak yang tidur terlalu larut malam akan kesulitan bangun dan cenderung rewel saat dibangunkan.

“Jangan sampai si kecil tidur terlalu larut malam. Hal ini akan membuat anak susah untuk bangun ketika waktunya makan sahur. Bangunkan anak setidaknya 30 menit sebelum imsak agar ia juga bisa melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama orang tua,” ujarnya, Rabu (18/2/25).

Istirahat yang cukup, baik tidur siang maupun malam, akan membantu anak tetap berenergi saat menjalankan aktivitas selama berpuasa.

2. Berikan Pemahaman tentang Pentingnya Sahur

Langkah berikutnya adalah memberikan edukasi kepada anak mengenai manfaat sahur. Penjelasan harus disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami sesuai usia anak.

Anak perlu mengetahui bahwa sahur berfungsi sebagai sumber energi agar tetap kuat beraktivitas selama berpuasa. Dengan pemahaman yang baik, anak akan lebih termotivasi untuk bangun dan makan sahur tanpa paksaan.

3. Siapkan Menu Favorit Anak

Elmi juga menyarankan agar orang tua melibatkan anak dalam menentukan menu sahur. Komunikasikan sebelum tidur tentang makanan apa yang diinginkan, kemudian sesuaikan dengan kandungan gizi yang seimbang.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Hal ini akan membuat nafsu makan anak bertambah dan lebih semangat ketika dibangunkan waktu makan sahur,” imbuhnya.

Menu favorit yang tetap memperhatikan nutrisi akan membantu anak menikmati waktu sahur tanpa merasa terpaksa.

4. Ciptakan Suasana Sahur yang Hangat

Makan sahur bersama seluruh anggota keluarga dapat menciptakan suasana yang lebih menyenangkan. Anak akan merasa tidak sendirian karena semua anggota keluarga turut menjalankan ibadah puasa.

Orang tua dapat mengajak anak berbincang ringan, seperti menceritakan kegiatan kemarin atau rencana aktivitas hari ini. Percakapan santai tersebut membuat suasana sahur lebih hidup dan mengurangi rasa kantuk.

5. Berikan Motivasi dan Apresiasi

Terakhir, orang tua dianjurkan untuk terus memberikan motivasi serta dukungan. Pujian dengan kalimat positif akan membuat anak merasa dihargai dan didukung.

“Tentu hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya,” pungkas Elmi.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan orang tua pun perlu disesuaikan.

Selain itu, keteladanan menjadi faktor penting. Orang tua diharapkan menunjukkan konsistensi dalam berpuasa dan beribadah selama Ramadan agar anak memiliki contoh nyata dalam menjalankan nilai-nilai tersebut. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu