Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Anas bin Malik, Teladan Totalitas dalam Pengabdian

Iklan Landscape Smamda
Anas bin Malik, Teladan Totalitas dalam Pengabdian
Tamam Choiruddin. Foto: Dok/Pri
Oleh : Tamam Choiruddin, S.Ag, M.Si Ketua LHKP PDM Lamongan
pwmu.co -

Anas bin Malik adalah anak dari Ummu Sulaim dengan Malik bin Nadhir. Ummu Sulaim merupakan wanita Anshar Madinah yang pertama kali masuk Islam.

Memberi hadiah kepada Nabi adalah kebiasaan kaum Anshar Madinah. Satu-satunya yang dimiliki Ummu Sulaim kala itu adalah Anas bin Malik, dan ia menghadiahkannya kepada Nabi Muhammad untuk menjalani tugas kepelayanan, baik di dalam maupun di luar rumah, sejak usia 10 tahun.

Nabi Muhammad wafat di usia 63 tahun. Sementara itu, dalam literatur sejarah Islam tidak disebutkan secara jelas status pernikahan Anas bin Malik.

Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa tugas-tugas kepelayanan yang diberikan Anas kepada Nabi Muhammad berlangsung kurang lebih selama 53 tahun.

Setelah Nabi wafat, Anas melanjutkan dakwah Islam selama sekitar 50 tahun hingga ia meninggal dunia pada usia 103 tahun.

Kepakaran Anas bin Malik terletak pada statusnya sebagai salah satu periwayat hadis tersukses dan terlengkap, terbanyak ketiga setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar.

Dia adalah pembawa dan penerus risalah Nabi Muhammad saw, sekaligus teladan dalam kesetiaan, kesabaran, dan akhlak mulia melalui bimbingan langsung dari Nabi.

Nabi Muhammad mendoakan Anas bin Malik agar memiliki banyak harta, panjang umur, rumah yang luas, diberkahi segala pemberian Allah, amal ibadahnya diperbaiki, dan dosanya diampuni: “Allahumma barik fi malihi wa waladihi wa athil ‘umrohu waghfir dzanbahu.”

Selain doa, Nabi Muhammad juga memberi nasihat kepadanya: “Anakku, jika kau mampu berada di pagi dan sore hari tanpa ada dengki di hatimu pada siapa pun, maka lakukanlah! Hal ini adalah salah satu sunnahku. Barang siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barang siapa yang mencintaiku, ia akan bersamaku di surga.”

Istilah lain untuk dengki adalah iri hati, hasad, syirik, dan julid. Semua istilah ini merujuk pada perasaan negatif terhadap kenikmatan, keberhasilan, atau keunggulan orang lain, yang sering kali disertai keinginan agar kenikmatan tersebut hilang dari orang itu atau berpindah kepada diri sendiri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Nabi juga pernah berpesan kepada Anas bin Malik: “Anakku, jika kau memasuki rumah, ucapkanlah salam, karena itu akan membawa berkah bagimu dan juga bagi penghuni rumahmu.”

Kondisi keluarga yang sehat secara ekonomi misalnya memiliki penghasilan yang rutin dan aset yang cukup. Sehat secara kejiwaan dan ragawi berarti hidup tanpa banyak keluhan serta jauh dari sakit.

Sehat secara sosial berarti mampu berperilaku positif terhadap semua orang dan menjauhi perilaku negatif. Produktif dalam hidup artinya menghasilkan karya berkualitas, yang dalam bahasa agama disebut amal saleh.

Sementara itu, kesalahan dan dosa baik kepada sesama maupun kepada Allah diharapkan mendapat ampunan. Semua itu merupakan bentuk keberkahan hidup yang didambakan setiap manusia.

Kekayaan Anas bin Malik berupa tanah serta kebun kurma dan anggur yang produktif, mampu menghasilkan panen dua kali setahun.

Kekayaan ini diyakini sebagai hasil dari doa Rasulullah saw kepadanya agar diberi harta yang banyak serta keberkahan dalam hidup.

Dari kisah pengabdian dan kepelayanan Anas bin Malik kepada Nabi Muhammad, kita belajar bahwa cinta dan kepercayaan yang diwujudkan melalui pelayanan, pengabdian, dan ketulusan hati secara totalitas akan membawa keutamaan dan keunggulan. Hal itu mendatangkan keberkahan serta kebahagiaan bagi semua pihak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu