Upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter Islami dan berdaya saing terus dilakukan MTs Muhammadiyah 2 Jenangan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Muda Islamic Competition (MIC) ke-6 yang digelar pada Sabtu (24/1/2026), dengan melibatkan siswa SD/MI se-Kabupaten Ponorogo.
Mengusung tema “Gen Z: Tangguh dalam Iman, Teguh dalam Budaya,” MIC#6 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang edukatif bagi peserta untuk mengekspresikan potensi akademik, spiritual, dan kreativitas sejak usia dini.
Pelaksanaan kompetisi dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Proses pendaftaran dibuka pada (5–15/1/2026), kemudian dilanjutkan seleksi lomba secara daring. Dari seluruh peserta, panitia menyeleksi enam finalis terbaik di setiap cabang lomba yang selanjutnya tampil pada babak final secara luring untuk menentukan pemenang.
Sejumlah cabang lomba bernuansa keislaman dipertandingkan, di antaranya Tahfidz Al-Quran, Da’i, Kaligrafi, Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), Mendongeng Islami, serta Musabaqah Syahril Qur’an. Seluruh cabang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap nilai-nilai Islam dan budaya.
Kepala MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ita Rokhayati, S.Pd.I, menyampaikan bahwa MIC merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan iklim pendidikan yang seimbang antara iman, ilmu, dan akhlak.
“Setiap anak memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memfasilitasi dan menumbuhkan potensi tersebut dengan pendampingan yang tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, MTs Muhammadiyah 2 Jenangan secara konsisten menguatkan pembelajaran melalui pembiasaan ibadah, penguatan karakter Islami dan Kemuhammadiyahan, serta berbagai program pengembangan prestasi akademik dan nonakademik.
Selain sebagai ajang kompetisi, MIC#6 juga menjadi sarana pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta. Menurut Ita Rokhayati, para siswa SD/MI diharapkan dapat melihat MTs Muhammadiyah 2 Jenangan sebagai pilihan pendidikan lanjutan yang aman, nyaman, dan membanggakan.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Abidin Cahyono, M.S.I. Ia menilai ajang MIC sejalan dengan paradigma pendidikan modern yang mengakui keberagaman kecerdasan anak.
“Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda. Saat ini kecerdasan tidak lagi diukur dari satu aspek saja, melainkan mencakup kecerdasan spiritual, sosial, kinestetik, dan lainnya,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi MTs Muhammadiyah 2 Jenangan yang telah menyediakan ruang berekspresi bagi anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif.
MIC#6 secara resmi dibuka dengan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta membawa manfaat. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan budaya bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments