Sebanyak 64 siswa kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya mengikuti kegiatan manasik haji pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan berlangsung dengan tertib, khidmat, serta penuh antusiasme dari para peserta.
Kegiatan manasik haji ini dibimbing langsung oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustaz Drs. H. Masyhad Bahri, S.H., M.Pd.I. Ia memberikan pendampingan sekaligus penjelasan mendalam mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah kepada para siswa.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam praktik manasik haji dan umrah, serta semakin mempertebal keimanan dan ketakwaan melalui pemahaman ibadah yang benar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan secara langsung dengan tahapan pelaksanaan manasik, mulai dari tata cara mengenakan pakaian ihram hingga urutan ibadah umrah dan haji beserta doa-doa yang dilantunkan.
Fasilitas yang memadai di Asrama Haji Sukolilo, seperti miniatur Ka’bah, Bukit Shafa dan Marwah, serta area lempar jumrah, membuat suasana manasik terasa dan semakin mengesankan bagi para siswa.
Salah satu siswa kelas VI Din Syamsudin, Atta, mengungkapkan kekagumannya terhadap rangkaian ibadah umrah beserta lantunan doa-doanya.
“MasyaAllah, aku takjub dengan rangkaian ibadah umrah beserta lantunan doa-doanya,” ujarnya saat melaksanakan tawaf bersama teman-temannya.
Meski kegiatan berlangsung di bawah terik matahari, para siswa tetap menunjukkan semangat tinggi dan mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan penuh kesungguhan. Mereka tampak disiplin serta antusias dalam menjalankan setiap tahapan ibadah yang dipraktikkan.
Pengampu mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Ustaz Harun, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan bekal yang bermakna bagi para siswa.
“Kami berharap anak-anak memahami dan menghafal urutan ibadah haji dan umrah yang telah diajarkan di sekolah, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan luar ruang seperti ini. Dengan demikian, mereka dapat menularkan pengalaman tersebut kepada orang tua atau saudara di rumah,” harapnya.
Kegiatan manasik haji ini merupakan agenda rutin yang telah lama dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran langsung bagi siswa kelas VI. Para ustaz dan ustazah berharap para siswa kelak dapat menjadi pionir di lingkungan keluarga masing-masing dalam menyebarkan pemahaman serta pengalaman beribadah haji dan umrah sejak dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments