Pagi itu, saat para siswa sedang membaca janji belajar dan doa sebelum belajar, rombongan LPOA DINAR Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur tiba di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Selasa-Rabu (19-20/8/2025).
Hari itu menjadi momen istimewa bagi siswa kelas V SDMM. Sebanyak 96 siswa akan menjalani psikotes dalam program Jelajahi Diri Mereka.
Kegiatan berlangsung di Aula SDMM dengan melibatkan 10 orang petugas dari LPOA DINAR PWNA Jawa Timur, yang dikomandani oleh Lely Ika Maryati SPsi MPsi Psikolog. Hari pertama merupakan jadwal kelas V Alpen dan V Everest, sedangkan hari kedua kelas V Rocky dan V Andes.
Selama enam tahun belajar di SDMM, siswa menjalani dua kali psikotes, yaitu saat duduk di kelas III dan kelas VI. Tujuan psikotes secara umum adalah membantu siswa mengenali bakat dan minat sejak dini.
Dengan memahami potensi dan kebutuhan masing-masing siswa, sekolah dan orang tua dapat memberikan pendidikan yang lebih efektif serta membantu siswa mencapai potensi terbaiknya.
Khusus untuk kelas VI, selain bertujuan memetakan minat dan bakat, juga sebagai acuan perencanaan jenjang pendidikan selanjutnya. Setelah melalui evaluasi dan berbagai pertimbangan, mulai Tahun Ajaran 2022/2023, psikotes yang dijadwalkan untuk kelas VI diubah menjadi kelas V.
Penanggung jawab Bimbingan Konseling (BK) Ria Eka Lestari SSi menjelaskan bahwa, “Perubahan jadwal psikotes dari Kelas VI menjadi Kelas V bertujuan untuk memberikan waktu yang lebih optimal bagi siswa, orang tua, dan sekolah dalam merencanakan jenjang pendidikan selanjutnya. Psikotes yang dilakukan di jenjang Kelas V SD memungkinkan pemetaan minat, bakat, dan potensi akademik sejak dini. Hasil ini dapat menjadi bekal penting bagi siswa dan orang tua untuk mengeksplorasi pilihan SMP yang sesuai dengan kecenderungan dan kekuatan anak.”

Lebih lanjut, Tari—sapaan akrab Ria Eka Lestari mengungkapkan harapan dengan adanya psikotes di kelas V.
“Siswa dapat mulai mencari sekolah lanjutan yang sesuai dengan potensinya. Misal siswa dengan potensi di bidang sains, dapat diarahkan ke sekolah yang memiliki kurikulum unggulan di bidang tersebut,” tuturnya.
“Harapan saya yang kedua, hasil psikotes memberikan kesempatan lebih banyak bagi saya untuk memberikan layanan konsultasi dan bimbingan yang terstruktur. Saya dapat berdiskusi secara mendalam dengan siswa dan orang tua mengenai hasil tes, memberikan rekomendasi, dan membantu menyusun strategi yang tepat untuk persiapan masuk SMP, baik dari segi akademis maupun nonakademis,” jelasnya penuh semangat.
Sementara itu, Ita Muflikhatul Ummah SPd Ketua Jenjang Kelas V, dalam wawancara singkat menceritakan suasana psikotes.
“Siswa sangat antusias menjalani tes karena selain pertanyaan lisan juga ada pertanyaan berupa menyelesaikan puzzle dan gambar tertentu yang sangat menarik,” ungkapnya penuh antusias.
Lebih lanjut, Ita—sapaan akrab Ita Muflikhatul Ummah—menjelaskan bahwa ia sangat senang dengan adanya psikotes ini.
“Saya sangat senang karena guru dan orang tua dapat mengidentifikasi bidang minat dan bakat siswa. Selain bakat dan minat, tes ini juga dapat mengukur berbagai aspek kepribadian, seperti bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, bagaimana mereka menghadapi stres, dan bagaimana mereka membuat keputusan. Dengan begitu, kita sebagai guru mampu menyikapi hal tersebut karena masing-masing siswa punya karakter sendiri-sendiri,” ujarnya.
Psikotes kelas V hasilnya akan keluar sekitar tiga pekan ke depan. Di akhir sesi, Ita berharap kebermanfaatan psikotes ini dapat dimanfaatkan dengan positif.
“Kita bisa membantu mengarahkan anak-anak dalam memilih jurusan di sekolah lanjutan atau karier di masa depan yang sesuai dengan bakat dan minatnya,” pungkasnya penuh harap.






0 Tanggapan
Empty Comments