Sejak sabtu malam halaman Masjid As-Salam, Purimas, Gununganyar, penuh akan deretan siswa berseragam merah khas Tapak Suci.
Wajah-wajah muda mereka tampak serius, sebagian berbisik pelan saling menyemangati, sementara yang lain berdoa dengan mata terpejam, berusaha menenangkan diri sebelum ujian dimulai.
Ada yang terlihat gugup, ada pula yang sudah tak sabar untuk unjuk kemampuan. Namun begitu aba-aba dimulai, rasa cemas perlahan berganti menjadi semangat dan keyakinan.
Begitulah suasana Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Pimda 06 Kota Surabaya tahap II tahun 2025 pada Sabtu–Ahad (27–28 September 2025).
Ratusan Siswa dari Berbagai Cabang
Kegiatan berlangsung meriah dengan terhadiri 340 siswa dari berbagai cabang, termasuk 15 siswa dari Cabang 128 Sambikerep yang hadir dengan penuh antusiasme.
Mereka terdiri dari berbagai jenjang dengan rincian:
- 6 siswa naik dari Dasar ke Siswa Satu
- 7 siswa naik dari Siswa Satu ke Siswa Dua
- 1 siswa naik dari Siswa Dua ke Siswa Tiga
- 1 siswa naik dari Siswa Tiga ke Siswa Empat
Bagi para peserta, UKT bukan hanya soal prestasi. Ini adalah ujian kedisiplinan, evaluasi hasil latihan, dan penguatan mental. Rasa lelah dari latihan berbulan-bulan terbayar dengan kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Pemantapan persiapan mengikuti ujian kali ini kami lakukan setelah mengikuti pertandingan di awal bulan September. Alhamdulillah, akhir September adik-adik sudah siap mengikuti UKT yang diadakan Pimda 06 Tapak Suci Surabaya” ujar Febri, salah satu tim pelatih.
Ketua Tapak Suci Cabang 128 Sambikerep, Ust. Syaifullah, menegaskan bahwa UKT adalah agenda penting yang melengkapi kegiatan cabang.
“Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang berbeda agar para siswa tidak bosan dalam latihan rutin. Selain pertandingan dan tadabbur alam, UKT adalah bagian dari proses pembinaan yang wajib dijalani” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh terhadap program Pimda 06 Surabaya, Tapak Suci Sambikerep berharap siswa-siswinya tidak hanya naik tingkat. Tetapi juga semakin berprestasi, berkarakter, tangguh secara fisik, serta matang secara mental dan spiritual sesuai jati diri Tapak Suci.
Lebih dari sekadar ujian, UKT ini menjadi tonggak perjalanan bagi generasi muda untuk terus mengasah kedisiplinan, keberanian, dan ketekunan. Dari keringat yang menetes dan rasa gugup yang mereka kalahkan, lahir keyakinan bahwa setiap perjuangan akan membuahkan hasil.
Kepada para siswa, inilah saatnya menjadikan Tapak Suci bukan hanya tempat berlatih bela diri, tetapi juga wadah membentuk kepribadian yang tangguh dan berakhlak.
Generasi muda Indonesia ditantang untuk terus berlatih, berdisiplin, dan berprestasi, agar kelak mampu menjadi pemimpin bangsa yang kuat lahir dan batin.






0 Tanggapan
Empty Comments