Search
Menu
Mode Gelap

Antusiasme Wali Murid Warnai Hari Terakhir Business Day SD Musix

Antusiasme Wali Murid Warnai Hari Terakhir Business Day SD Musix
Wali Siswa SD Musix saat mengikuti hari terakhir Business Day. Foto: Basirun/PWMU.CO.
pwmu.co -

Wali murid SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya memadati pelaksanaan Business Day pada hari terakhir, Selasa (16/12/2025). Beragam kisah menarik mewarnai pengalaman para pebisnis cilik dalam kegiatan tersebut.

Antusiasme para wali murid, khususnya para ibu, turut memeriahkan Business Day hari terakhir. Pada kesempatan ini, kelas I dan kelas II mendapat jadwal untuk membuka lapak dan menjajakan berbagai produk hasil kreasi mereka.

Kepala Urusan Kesiswaan SD Musix, Hidayatun Ni’mah, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan bahwa terdapat suasana yang berbeda pada pelaksanaan Business Day kali ini.

“Pada hari terakhir Business Day ini terlihat pemandangan yang berbeda,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika pada hari-hari sebelumnya penataan dan persiapan lapak dilakukan oleh para siswa, maka pada hari terakhir justru para wali murid tampak lebih bersemangat membantu. Hal tersebut membuat suasana kegiatan semakin semarak.

“Ini menunjukkan dukungan yang sangat positif terhadap agenda Business Day ini,” tegasnya.

Orang tua Muhammad Arkana Nur Yudistira siswa kelas II-A, Nur, menyampaikan bahwa kegiatan Business Day sangat bermanfaat untuk melatih keberanian anak dalam menawarkan produk, membangun kerja sama dalam kelompok, serta menumbuhkan kreativitas.

“Kegiatan Business Day hari ini sangat bermanfaat untuk melatih keberanian anak dalam menawarkan produk, membangun kerja sama dalam kelompok, serta menumbuhkan kreativitas,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat anak-anak dalam belajar nilai-nilai kewirausahaan, seperti kejujuran dalam berdagang dan kemampuan menghargai hasil kerja sendiri.

“Tidak kalah penting, anak-anak juga diajarkan untuk bijak dalam mengelola keuangan sejak dini, terutama setelah mulai memahami konsep laba dan rugi,” imbuhnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh orang tua dari Radea Aisha Handoyo, salah satu wali murid kelas I ICP-1, Citra Riptia Ningtyas.

Ia menilai, pelaksanaan Business Day berlangsung sangat menyenangkan, edukatif, dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias, percaya diri, serta berani berinteraksi saat menawarkan produk kepada pengunjung.

“Suasana belajar terasa hidup karena siswa tidak hanya bermain peran, tetapi juga mempraktikkan secara langsung nilai-nilai kewirausahaan, kerja sama, dan komunikasi sejak usia dini,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kontekstual mampu menumbuhkan karakter positif pada peserta didik. Dukungan dari guru dan orang tua juga sangat terasa sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman, aman, dan penuh makna.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia berharap kegiatan serupa terus dikemas secara kreatif agar siswa semakin termotivasi untuk belajar serta berani mengekspresikan diri.

Beragam cara dilakukan anak-anak untuk menjajakan dagangannya. Seperti Arkan, siswa yang sehari-hari aktif ini menawarkan bolpoin gliternya dengan berteriak agar menarik perhatian konsumen.

“Ayo, dibeli, dibeli, dibeli…! Harganya murah…! Bolpoin gliter membuat tulisan menjadi rapi!,” teriaknya.

Dalam sekejap, semua barang yang dijajakannya ludes terjual. Nur tersenyum dan mengatakan bahwa semua barang telah habis terjual, meskipun modalnya juga habis untuk membeli jajanan teman-temannya.

Alhamdulillah, semua barang habis, tapi habis juga modalnya untuk membeli jajanan teman-temannya!” paparnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas II-B, Alfarezy Alby Syahreza Budiman, menampilkan strategi berbeda. Orang tuanya sudah berpesan agar dimsum dijual seharga lima ribu rupiah, namun Alby memilih menjualnya dengan harga tiga ribu rupiah.

Ibunya heran dan menanyakan kepada Alby apakah ia sedang berjualan atau berbagi.

“Waduh, kamu itu jualan apa berbagi?,” tanya ibunya.

Alby menjawab bahwa tidak apa-apa, yang penting barangnya habis terjual.

“Gak apa-apa, Ma. Kan yang penting habis!,” jawabnya.

Mendengar jawaban putra keduanya, ibu rumah tangga yang gemar memasak dan berbagi itu hanya bisa tersenyum. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments