
PWMU.CO – Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) menggelar audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat di kantor KPI Pusat, Selasa (15/7/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki kolaborasi strategis demi terciptanya iklim penyiaran yang sehat, berkualitas, dan beretika di Indonesia.
Audiensi ini dihadiri oleh Komisioner KPI Pusat Amin Shabana beserta jajaran, serta Ketua APIK PTMA Choirul Fajri bersama para pimpinan asosiasi. Suasana diskusi yang hangat dan konstruktif mewarnai pembahasan tentang peluang sinergi antara regulator penyiaran dan dunia akademik.
Dalam pemaparannya, Choirul Fajri menegaskan komitmen APIK PTMA untuk mengintegrasikan isu-isu strategis penyiaran ke dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Kehadiran kami di KPI ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi penyiaran yang lebih baik,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Amin Shabana menyambut baik inisiatif yang dibawa oleh APIK PTMA. Ia menilai, keterlibatan akademisi dalam isu-isu penyiaran sangat penting untuk memperkuat literasi media di tengah masyarakat.
“Diskusi hari ini menjadi fondasi yang baik untuk membangun kerja sama yang konkret. Kami melihat tujuan kita sama: menciptakan penyiaran yang sehat, bermartabat, dan mencerdaskan,” tegasnya.
Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif dan merancang program kolaboratif, terutama dalam bidang riset dan pengabdian masyarakat yang fokus pada dunia penyiaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas konten siaran yang edukatif, seimbang, dan sesuai dengan nilai-nilai demokrasi.
Langkah strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga akademik dan regulator penyiaran nasional. Ke depan, kerja sama ini tidak hanya diharapkan melahirkan kajian akademik yang aplikatif, tetapi juga memberi dampak langsung kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas siaran di era banjir informasi seperti sekarang. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan





0 Tanggapan
Empty Comments