Transformasi digital di dunia pendidikan terus berkembang. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Risetmu Batch VIII 2025–2026 menghadirkan inovasi aplikasi manajemen akademik bernama paperlesmodul.id, sebagai “Asisten Cerdas AIK” berbasis paperless di Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Aplikasi ini resmi dirilis pada akhir Desember 2025 dan dirancang untuk mendigitalisasi sistem administrasi serta pembelajaran Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Pengembangan aplikasi ini memakan waktu sekitar satu tahun, dimulai sejak awal 2025. Prosesnya meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, hingga pengujian intensif (debugging).
Tim PKM mengidentifikasi sejumlah permasalahan dalam sistem manual, seperti:
- Presensi berbasis kertas
- Tingginya biaya cetak modul
- Rekap evaluasi yang belum terintegrasi
Melalui paperlesmodul.id, seluruh proses tersebut kini dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi.
Fitur unggulan aplikasi ini meliputi:
- Otomatisasi penyusunan RPS
- Modul digital berbasis Artificial Intelligence (AI)
- Presensi dosen dan mahasiswa secara real-time
- Sistem administrasi terpusat
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Aplikasi ini digagas oleh tim PKM yang terdiri dari:
- Dedy Susanto (ketua tim)
- Hamdil Mukhlishin (anggota)
- Farel Martio (mahasiswa)
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Rektor UM Pontianak, Heriansyah, menyambut baik inovasi tersebut sebagai bentuk komitmen kampus dalam modernisasi pendidikan tinggi.
Dukungan kelembagaan juga diberikan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Pontianak di bawah pimpinan Helman Fachri bersama sekretaris Asrul Abdullah.
Dengan hadirnya paperlesmodul.id, sistem administrasi akademik AIK kini memiliki fondasi digital yang kuat.
Aplikasi ini ditargetkan mampu:
- Mengurangi penggunaan ratusan ribu lembar kertas setiap tahun
- Meningkatkan efisiensi administrasi
- Mempercepat komunikasi akademik
Selain itu, inovasi ini juga mendukung konsep green campus dengan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik.
Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dosen serta mempercepat distribusi informasi antara lembaga, dosen, dan mahasiswa.
Langkah ini menjadi bukti bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang efisiensi, keberlanjutan, dan kualitas pembelajaran.





0 Tanggapan
Empty Comments