
PWMU.CO – Proses dan perjuangan adalah dua kata yang layak diberi bintang dalam setiap perjalanan menuju sebuah pencapaian, termasuk dalam perlombaan. Catatan harian seorang Muhammad Ilham Yahya, finalis Olimpiade Guru Matematika (OGM) 10 dari SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik.
Pengalaman tak ternilai didapatkan Ilham saat mengikuti babak final OGM 10 yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, Senin (27/4/2025). Acara berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jalan Pondok Cabe Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.
Ribuan finalis OGM dari seluruh Indonesia hadir, bersamaan dengan ribuan finalis Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-20. Mereka datang dari berbagai penjuru, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, dan daerah lainnya.
Tahapan panjang telah dilalui: mulai dari Uji Soal, Babak Penyisihan, hingga Semifinal. Namun tahun ini terasa berbeda bagi Ilham. Jika biasanya ia datang sebagai pendamping siswa pada final KMNR, tahun ini ia hadir sebagai peserta final OGM bersama dua guru lainnya dari SDMM.
Setiap proses menuju perlombaan—mulai dari persiapan materi, perjalanan ke lokasi, hingga pengerjaan soal di hari H memiliki nilai penting. Bagi para finalis, proses itu melatih kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, ketangguhan, serta jiwa besar untuk terus belajar dan berkembang.
Konklusi ini pun diamini oleh Ardianto ST ketua pelaksana KMNR 20 dan OGM 10, dalam sambutannya yang menyatakan bahwa, “Menang dan mendapatkan reward itu adalah bagian kecil hadiah dari Allah Swt, “ucapnya. Ia menegaskan, hadirnya para finalis di panggung kompetisi ini sudah merupakan bentuk kemenangan tersendiri.
Sebagai catatan, dari 65.353 peserta yang mengikuti babak penyisihan KMNR 20, sebanyak 28.791 peserta berhasil melaju ke babak semifinal, dan 2.578 peserta berhasil sampai ke babak final.
Sementara itu, dari 984 peserta OGM 10, sebanyak 329 guru terbaik berhasil menembus babak final. Meskipun diselenggarakan pada hari kerja, jumlah peserta yang hadir tetap tinggi dan penuh semangat.
Menjadi Matahari Kecil
Direktur KPM Pusat Bogor, Ridwan Hasan Saputra, turut menyampaikan pesan inspiratif kepada para finalis.
“Ibarat matahari, pekerjaannya adalah menyinari bumi, melayani bumi. Setiap pohon yang terkena sinar matahari akan terus bertambah tinggi,” ujarnya.
Ridwan mengajak para peserta untuk menjadi matahari kecil bagi sesama. “Mari mulai memberi kepada orang lain, memberikan pelayanan kepada sesama, belajarlah bertanya pada diri sendiri tentang seberapa banyak yang telah kalian berikan kepada masyarakat?”
Penulis Muhammad Ilham Yahya Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments