
PWMU.CO – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Utsman bin Affan menggelar kegiatan Follow Up Darul Arqam Dasar (DAD) pada Ahad (4/5/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan di Angkringan Panggung, Jalan Budi Utomo, Desa Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.
Follow up ini menjadi bagian dari agenda lanjutan pasca DAD yang ditujukan untuk memperkuat materi dan semangat perkaderan. Kegiatan berlangsung santai namun tetap serius, menghadirkan suasana diskusi yang akrab namun tetap penuh dengan semangat.
Pada kesempatan kali ini, bidang Perkaderan IMM Utsman bin Affan mengangkat tema “Pengantar Logika”. Materi disampaikan oleh demisioner yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PK IMM Utsman bin Affan di periode sebelumnya, Yanuar Vip Bagas.
Dengan pengalamannya sebagai kader dan aktivis, ia menyampaikan materi dengan jelas namun tetap mudah dipahami.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa logika bukan sekadar alat berpikir, namun merupakan sarana untuk menilai kebenaran dari suatu gagasan secara bertanggung jawab.
Secara etimologis logika berasal dari kata logikos atau logos yang berarti ‘kata’, ‘pikiran’, atau ‘akal’. Dalam pengertian umum, logika adalah ilmu tentang pikiran yang digunakan untuk menilai apakah suatu argumen valid atau tidak.
Logika menjadi bagian penting dari filsafat karena membahas metode penalaran yang sah dari awal ke kesimpulan.
Selain itu, Mas Bagas-sapaan akrabnya-juga memperkenalkan dua metode berpikir utama, yaitu deduktif dan induktif. Metode deduktif digunakan untuk menarik kesimpulan khusus dari pernyataan umum, sementara induktif digunakan untuk menyusun kesimpulan umum dari berbagai peristiwa khusus.
Pemahaman kedua metode ini penting agar kader tidak terjebak dalam penalaran yang keliru. ”Terkadang pemikiran bertentangan dengan etika, maka perlu dapat memilah ini masalah pemikiran atau etika,” ujarnya.
Menariknya, sesi juga membahas berbagai bentuk logical fallacy atau kesalahan dalam berlogika, seperti ad hominem (menyerang pribadi lawan), bandwagon (membenarkan sesuatu karena dianggap populer), hingga straw man (menyalahartikan argumen lawan).
Kekeliruan-kekeliruan ini kerap muncul baik dalam debat, diskusi, maupun percakapan sehari-hari, dan perlu disadari agar kader tidak mudah terjebak atau bahkan menggunakannya secara tidak sadar.
Tema logika sengaja dipilih karena sesuai dengan latar belakang kader IMM Utsman bin Affan yang berasal dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kemampuan berpikir logis dan kritis sangat dibutuhkan, baik dalam diskusi kelas, forum organisasi, maupun saat menghadapi dinamika masyarakat.
Melalui follow up ini, IMM Utsman bin Affan menegaskan komitmennya untuk menunjukkan bahwa pembinaan kader dapat terus berlanjut secara berkesinambungan, tidak hanya berhenti pada tahap DAD semata, namun terus diarahkan untuk membentuk pribadi kader yang tangguh dan unggul secara intelektual.(*)
Penulis Evaldo Aryasatya Faadihilah Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments