Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Asal-usul Penamaan SMP Meka Terkuak di Kajian Rutin Majelis Tabligh PCM Krian

Iklan Landscape Smamda
Asal-usul Penamaan SMP Meka Terkuak di Kajian Rutin Majelis Tabligh PCM Krian
Ketua Majelis Tabligh, K.H. Ir. Nurcholis PCM Krian saat memberikan sambutan pada agenda Kajian Rutin. Foto: Basirun/PWMU.CO.
pwmu.co -

Kajian rutin Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krian yang dihadiri guru, karyawan, serta pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah tingkat cabang hingga ranting se-Wilayah Krian, membahas asal mula penamaan SMP Muhammadiyah 6 Krian menjadi SMP Meka, Sabtu (25/10/2025).

Kajian rutin Majelis Tabligh PCM Krian bertajuk “Menjaga Ukhuwah Islamiyah, Merajut Persaudaraan di Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah” ini dihadiri oleh sejumlah pengurus, antara lain: Ketua Majelis Tabligh, K.H. Ir. Nurcholis, Ketua Majelis Ekonomi, H. Nanang Abdul Hakim, S.E., Ketua Majelis PKU, Arief Muryanto, S.T., serta Bendahara PCM Krian, Ahmad Yusak, S.E.

Pelaksanaan kajian pada bulan Oktober 2025 ini bertempat di SMP Meka dan menghadirkan Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang juga Wakil Ketua Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Abdul Hakim, S.Ag., S.Sos., M.Pd.I.

Kegiatan ini seharusnya dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan di bawah naungan PCM Krian. Namun, pada hari yang sama, terdapat dua lembaga yang juga menyelenggarakan kegiatan, yaitu SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri) yang mengadakan Milad, serta SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida) yang melaksanakan kegiatan Parenting. Oleh karena itu, kedua lembaga tersebut hanya diwakili oleh beberapa orang.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Aurelia Quin, siswa kelas 8 SMP Meka. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMP Meka, Taufiqurrahman, S.Ag., M.Pd.I.

“Sekolah kita ini awalnya bernama SMP Muhammadiyah 6 Krian, tetapi mengalami beberapa kali perubahan penamaan,”ujarnya.

Pada masa kepemimpinan Kepala Sekolah Ibu Zulaikha, lanjutnya, sekolah ini dinamai SMP Pom karena lokasinya berdekatan dengan pom bensin. Kemudian, ketika Drs. Kamsuri menjabat sebagai kepala sekolah, nama tersebut diganti menjadi SMP Musix yang merupakan singkatan dari Muhammadiyah Six.

“Dengan nama SMP Musix ini, banyak orang yang mengira sekolah ini adalah sekolah musik. Selanjutnya, nama sekolah diubah menjadi SMP Meka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taufiqurrahman menyampaikan bahwa penggagas nama SMP Meka adalah Abah Syamsul Huda, salah satu guru Ismuba yang fasih berbahasa Inggris. Saat ini, beliau sudah pensiun dari kegiatan mengajar, namun masih aktif dalam kegiatan Muhammadiyah.

“Meka berasal dari kata Mecca dalam bahasa Inggris,” sahut Syamsul yang duduk agak jauh dari podium.

Menurut Syamsul, untuk memudahkan pengucapan, kata tersebut disesuaikan dengan lidah Jawa menjadi “Meka”, dengan harapan sekolah ini memperoleh keberkahan seperti kota Mekkah.

Sementara itu, Nurcholis tidak ingin ketinggalan menyampaikan sambutan.

“Undangan pengajian ini memang kurang menarik, padahal sudah tersedia kue dan makan siang, berbeda dengan undangan pernikahan,” candanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selanjutnya, ia memberikan contoh kegiatan undangan yang disebarkan oleh panitia jalan sehat Agustusan. Di situ tertulis adanya doorprize sepeda motor.

Emak-emak sudah bangun sejak pukul 04.00 WIB dan berebut mendapatkan tempat paling depan. Padahal doorprize-nya itu hanya uang mukanya saja, angsurannya tetap harus dibayar sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.

Selanjutnya, dia menyitir Q.S. At-Taubah Ayat 41:

اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Ia menjelaskan bahwa menghadiri undangan pengajian ibarat berperang, berperang melawan penjajahan. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar segera berangkat ketika diundang untuk mengaji, meskipun dalam kondisi hati yang berat.

“Ingat rumus 09:41 (Q.S. At-Taubah ayat 41). Ini adalah pil pahit yang menyehatkan akidah sekaligus menguatkan ibadah kita,” tuturnya.

Sambil bercanda, ia berpesan bahwa untuk majelis Tabligh berikutnya, undangan kajian sebaiknya ditulisi doorprize sepeda motor. Ia pun penasaran bagaimana reaksi jamaah jika hal itu dilakukan. Candaan tersebut disambut tawa riuh para peserta.

“Saya yakin aula ini tidak cukup, mungkin pak Kepala Sekolah harus memasang tenda,” pungkasnya. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu