Pondok Internasional Abdul Malik Fadjar memulai salah satu agenda terpenting di akhir semester: Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS). Ujian yang menjadi barometer capaian akademik dan diniyah santri ini berlangsung selama 12 hari, mulai Senin (1/12/2025) sampai Jumat (12/12/2025), dengan suasana khidmat namun tetap kondusif sesuai karakter pesantren modern.
Keseriusan Santri Mengisi Ruang Kelas
Sejak hari pertama ASAS berjalan, suasana ruang kelas tampak lebih hening dari biasanya. Para santri mengerjakan soal melalui laptop masing-masing, mengenakan seragam pondok dengan rapi. Ekspresi fokus terlihat jelas dari wajah mereka, menandakan kesiapan menghadapi ujian yang telah disiapkan panitia.
Salah satu ciri khas pelaksanaan ujian di pondok ini adalah penggunaan Computer Based Learning (CBL). Sistem tersebut memungkinkan proses evaluasi berlangsung lebih efektif dan akurat. Pengawas cukup memantau melalui sistem, sementara santri mengerjakan soal sesuai ritme masing-masing. Selain meningkatkan literasi digital, metode ini juga meminimalkan kesalahan teknis seperti pengoreksian manual.
Integrasi Dua Pilar Pendidikan: Sekolah dan Pesantren
ASAS tahun ini kembali mengintegrasikan dua pilar utama pendidikan pondok, yaitu:
- Pelajaran Asrama (Kitab LP2M) – meliputi akidah, akhlak, fikih, tarikh, dan pembinaan karakter berbasis kitab.
- Pelajaran Sekolah – mengikuti struktur kurikulum pendidikan formal.
Integrasi ini menjadikan ASAS bukan sekadar ujian akademik, tetapi evaluasi menyeluruh yang mengukur kemampuan santri dalam memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Para santri dituntut memahami materi tidak hanya secara teoritis, tetapi juga penerapannya dalam kehidupan.
Kepala sekolah, Pak Pahri, menegaskan bahwa integrasi dua bidang ilmu ini merupakan identitas pondok. “Santri harus bisa memadukan dua dunia. Kitabnya jalan, sekolahnya juga kuat. Itulah model pendidikan kami,” ujarnya.
Persiapan Intensif Menjelang Ujian
Beberapa pekan sebelum ASAS dilaksanakan, pondok telah mengadakan sesi penguatan materi, klinik belajar, dan muroja’ah mingguan. Para guru memberikan trik menjawab soal, menyusun rangkuman, hingga latihan berbasis komputer agar santri semakin siap.
Pada hari pertama pelaksanaan, para ustadz dan ustadzah terlihat intens berkeliling. Selain memastikan ketertiban, mereka juga memberi dukungan psikologis bagi santri yang tampak tegang menghadapi ujian.
Seorang santri kelas menengah mengungkapkan pengalamannya, “Ujiannya menantang, tapi seru karena pakai laptop. Rasanya seperti kuliah.” Testimoni ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi membuat proses evaluasi terasa lebih modern dan relevan.
Menuju 13 Desember: Ujian Lisan Bahasa Arab dan Tahfidz
Setelah ASAS berakhir pada 12 Desember, para santri langsung bersiap menghadapi ujian lisan Bahasa Arab dan Tahfidz pada 13 Desember 2025. Dalam ujian tersebut, santri akan diuji mengenai:
- Kefasihan berbicara Bahasa Arab,
- Kemampuan memahami teks,
- Ketepatan nahwu-sharf dalam percakapan,
- Hafalan Al-Qur’an dengan makhraj yang benar serta kelancaran tilawah.
Ujian lisan biasanya berlangsung di ruang-ruang kecil bersama penguji berpengalaman. Suasananya cukup menegangkan, tetapi menjadi momen pembuktian kemampuan santri. Banyak di antara mereka menantikan ujian ini karena merupakan ruang untuk menunjukkan hasil latihan harian, terutama dalam tahfidz yang menjadi ruh pendidikan pesantren.
Komitmen Pondok: Mencetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing
Pimpinan pondok menegaskan bahwa evaluasi seperti ASAS tidak hanya bertujuan mengukur prestasi, tetapi juga menanamkan karakter.
“Kami ingin santri tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Ujian berbasis komputer ini menjadi latihan integritas,” jelasnya.
Pendekatan integratif antara ilmu sekolah dan ilmu pesantren menjadi fondasi dalam melahirkan generasi berakidah kuat, berprestasi, dan kompetitif di era global.
Penutup: Harapan Menuju Semester Berikutnya
Melalui rangkaian ujian yang padat, sistematis, dan berbasis teknologi, Pondok Internasional Abdul Malik Fadjar menunjukkan komitmen sebagai lembaga pendidikan modern yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Diharapkan seluruh santri dapat menyelesaikan ASAS hingga ujian lisan dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik sebagai bekal menuju semester berikutnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments