Asyiknya belajar operasi hitung bilangan bulat melalui aktivitas puzzle yang memadukan keterampilan berpikir komputasional ternyata menghadirkan pengalaman yang sangat bermakna bagi murid kelas V SD.
Siang itu, Rabu (13/8/2025) murid diajak berinteraksi dengan tantangan berbasis game grid yang melatih mereka untuk mencari jalur yang tepat berdasarkan konsep algoritma—langkah-langkah sistematis untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dengan menuliskan urutan langkah mulai dari kotak angka 12, memilih kotak dengan hasil yang sama, dan menghubungkannya dengan simbol panah atau koordinat, murid tidak hanya belajar matematika, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir logis dan terstruktur yang menjadi dasar dari pemrograman komputer dan kecerdasan buatan (AI).
Dalam kegiatan pembelajaran yang penuh semangat ini, para murid terlihat antusias mengerjakan puzzle yang mengasah daya pikir kritis dan logika komputasional mereka.
Aktivitas ini dirancang sedemikian rupa agar mereka terbiasa menyusun algoritma sederhana secara tertulis, seperti membuat daftar langkah yang jelas dan sistematis, sehingga dalam prosesnya murid belajar bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara yang terstruktur dan efisien.
Sebagai guru mata pelajaran Matematika kelas V, saya bangga melihat bagaimana anak-anak mampu memadukan keterampilan berhitung dengan pemikiran komputasional, yang merupakan kompetensi penting di era teknologi modern.
Mereka mencari jalan sekaligus memecahkan soal operasi hitung bilangan bulat. Aktivitas hitung, gunting, tempel, dan jalankan misinya menjadikan mereka fokus pada pekerjaan masing-masing.
Ada yang sudah lancar menyusun langkah-langkah secara sistematis, ada pula yang masih bingung menerjemahkan arah panah menjadi garis dalam menjalankan misinya.
Namun kebingungan ini bukan masalah, karena murid justru belajar memperbaiki arah dan garis sampai sesuai satu dengan lainnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif tidak hanya membuat murid lebih fokus dan tertarik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan berpikir abad 21.
Logika berpikir komputasional yang diasah di kegiatan ini merupakan fondasi yang kuat untuk memahami coding dan AI, yang keduanya semakin dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan di masa depan.
Dengan mengintegrasikan matematika dan computational thinking dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menantang, para murid diharapkan dapat semakin percaya diri dan siap menghadapi dinamika teknologi yang terus berkembang.
Bagi saya, kegiatan ini menjadikan matematika tidak hanya sebuah pelajaran, tapi juga pengalaman belajar yang relevan dan mempersiapkan murid untuk masa depan yang lebih cerdas dan berbasis teknologi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments