
PWMU.CO – Siang itu, di Masjid Al Ghoihab Al Mizan putra menjadi saksi sejarah. Aula baru yang diberi nama Aula H M Syukron diresmikan secara simbolis oleh H Drs Amar Syaifuddin, MM.
Acara ini sekaligus menjadi bagian dari agenda Istihlal dan Kajian bulanan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang rutin digelar oleh Al Mizan.
Dalam suasana yang khidmat, prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh H Amar Syaifuddin, didampingi oleh Ketua PCM Lamongan: KH Drs Syaifuddin Zuhri MAg, Perwakilan sesepuh: KH Mulyono AR, Ketua Badan Pembina: KH Drs Soepandi, Mudir Al Mizan: Mujianto MPdI, dan Bapak Toni—putra keempat dari almarhum H M Syukron, tokoh utama yang menjadi inspirasi nama aula ini.
Alfain Jalaluddin Ramadlan, sebagai pembawa acara, memandu prosesi dengan penuh penghayatan. Di momen penandatanganan, ia membacakan biografi singkat H. Mochamad Syukron, pendiri Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Cabang Lamongan—cikal bakal dari Al Mizan hari ini—dengan latar pemutaran dokumentasi foto-foto perjuangan beliau.

Sosok Pelopor dan Visioner
H M Syukron lahir di Lamongan pada 5 Mei 1943 dari pasangan pedagang sukses, H Abd Syukur dan Hj Chayanah.
Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Tarbiyah UII, Surakarta, dan dikenal sebagai pengusaha ulung melalui toko “Merdeka.” Tak hanya sukses dalam bisnis, beliau juga aktif sebagai dosen di Unsuri (kini Unisla) Lamongan.
Tonggak penting perjuangannya dimulai pada 17 Agustus 1985, saat beliau merintis PAYM di atas tanah wakaf seluas 10 x 30 meter di belakang Patung Kadet Soewoko.
Wakaf tersebut berasal dari H. Ishom Al Churi BBA, seorang pegawai BRI. Dalam perjalanannya, beliau dibantu oleh sejumlah tokoh, antara lain H Fadelan Taslim, Mulyono AR, Mulyono Hidayat, Abdur Rosyid, Muhaimin Lulut, dan Khozin Jalik.
Aula yang Menyimpan Sejarah dan Harapan
Aula yang kini menyandang namanya dibangun di lantai tiga Kampus 2 Al Mizan Putra sejak Oktober 2024 dan rampung pada Januari 2025.
Dengan ukuran 26 x 8 meter dan kapasitas hingga 200 kursi, aula ini dilengkapi dengan fasilitas wastafel dan dua kamar mandi, menjadikannya ruang representatif untuk berbagai kegiatan pendidikan dan keumatan.
Pembangunan aula ini didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan anggota DPRD Jatim, Drs H Amar Syaifuddin. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan institusi dakwah dalam membangun sarana yang bermanfaat jangka panjang.
Aula H M Syukron bukan sekadar ruang pertemuan. Ia adalah simbol ketekunan, semangat membangun generasi, dan penghormatan atas perjuangan tokoh yang telah meletakkan fondasi dakwah dan sosial di Lamongan.
Melalui peresmian ini, Al Mizan tidak hanya meresmikan gedung, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan cita-cita luhur sang pelopor. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan







0 Tanggapan
Empty Comments