Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bahasa Jadi Karakteristik Media, PWMU.CO Dapat Apresiasi

Iklan Landscape Smamda
Bahasa Jadi Karakteristik Media, PWMU.CO Dapat Apresiasi
Dr Mohamad Isnaini MPd ketika menyampaikan pemaparan (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kepala Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Muhamad Isnaini MPd, memberikan apresiasi terhadap konsistensi PWMU.CO dalam menjaga aspek bahasa dan ejaan dalam pemberitaan. Hal itu ia sampaikan dalam forum Bengkel Jurnalistik PWMU yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi pada Senin (1/8/2025) di Graha Umsida.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu karakteristik penting yang membedakan PWMU.CO dengan media lain. Ia menegaskan bahwa penggunaan kaidah bahasa Indonesia dengan bahasa media memang tidak sama. Namun, jika sudah menerapkan kaidah bahasa Indonesia, sebuah media akan memiliki karakter penggunaan bahasa yang baik.

“Perlu kita memperhatikan kaidah dalam penggunaan bahasa dalam media. Mudah-mudahan kita tetap konsisten dan senantiasa berusaha dalam membentuk karakteristik sebagai media dengan aspek bahasa dan ejaan yang baik. Bisa dibuktikan di beberapa media mainstream, masih ada beberapa media mainstream yang masih saya temukan beberapa kesalahan dalam ejaan dan ttanda bacanay, dan di sini saya sampaikan, bahwa PWMU.CO di sini sudah baik,” ujarnya.

Isnaini menambahkan, keberanian dalam memilih diksi juga menjadi ciri penting media. “Kita tetap harus berani dalam penggunaan diksi-diksi yang mampu menarik perhatian publik, tapi tetap memperhatikan kaidah dalam bahasa Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh, dosen Universitas Muhammadiyah Malang menyoroti pentingnya kalimat efektif dalam pemberitaan. Ia mencontohkan penggunaan kata hubung seperti sedangkan, sehingga, lebih lanjut yang jika tidak tepat bisa menimbulkan kerancuan.

“Kalimat-kalimat itu juga perlu efektif. Kalau digunakan dalam satu kalimat, itu sebenarnya akan mengarah pada kerancuan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemilihan kata hubung yang tepat sangat penting karena bersifat sebab akibat. Menurutnya, kemunculan kata hubung yang muncul berkali-kali tentu akan mengurangi efektivitas kalimat.

Menurut Isnaini, tanda baca juga tidak boleh diabaikan. “Tidak ada kata di kalimat sedangkan, dan sehingga tidak perlu menggunakan tanda titik,” ujarnya.

Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini juga menegaskan pentingnya totalitas dalam menggunakan bahasa Indonesia. “Kalau kita ingin mencoba memberikan sentuhan karakter dalam bahasa, kita harus totalitas. Kita harus menghindari penggunaan bahasa asing meski itu terlihat menarik,” tambahnya.

Aspek Makna dan pragmatik pun, lanjut Isnaini, harus dipertimbangkan dalam memilih kata. Ia menegaskan bahwa pemilihan kata dan kalimat akan berpengaruh pada makna yang diterima pembaca.

“Bagaimana kita memilih kata dan kalimat dalam digunakan akan berpengaruh. Saya mencontohkan bagaimana penggunaan kata yang digunakan oleh beberapa oknum anggota DPR RI yang berakhir dengan kurang baik,” jelasnya.

Karena itu, menurut Isnaini, pemilihan kata harus didasarkan pada makna dan fungsinya. “Apakah ini berfungsi provokatif,” tambahnya.

Dalam penilaiannya, Isnaini menyebut PWMU.CO sudah menunjukkan kualitas baik. “Saya juga melihat apa yang ada di PWMU terdapat di judul, bagaimana penggunaan kata yang mirip secara makna, seperti dan dan juga. Penilaian sangat baik, penggunaan bahasa Indonesia dalam apa yang kami rilis di agenda kami,” tuturnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu