Sabar Menghadapi Egoisme
Maka dalam kondisi demikian Rasulullah mengisyaratkann agar setiap umat yang merasakan keadaan seperti ini hendaknya tetap bersabar dan bersabar.
Dengan kata lain Rasulullah memberikan isyarat, sabar itu tidak ada batasnya atau ada habisnya. Sabar merupakan hiasan indah dalam pribadi seorang Mukmin. Sabar berarti tetap berusaha istikamah dalam menegakkan kebenaran yang diyakininya. Sekaligus tawakal kepada Allah terhadap keadaan yang dialaminya.
Dengan bersabar itulah kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda tanpa batas dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (an-Nahl 96)
أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, (al-Furqan 75).
Baca sambungan di halaman 4: SSolusi agar Tidak Egois





0 Tanggapan
Empty Comments