
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik menggelar Baitul Arqam Amal Usaha Aisyiyah (BA AUA) Wilayah Kerja (Wilker) Tengah di SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School), Sabtu–Ahad (28–29/6/2025).
Kegiatan yang diikuti 103 peserta ini mengusung tema Meneguhkan Militansi Ber-Aisyiyah sebagai Implementasi Risalah Perempuan Berkemajuan.
Dalam sambutan iftitah, Koordinator Bidang (Korbid) Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Nur Fadhilah MPd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kewajiban sebagai warga persyarikatan.
“Ibu-ibu guru datang ke sini adalah untuk mendedikasikan, mewakafkan jiwa dan raga dalam rangka membesarkan amal usaha melalui pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, bukan hanya anggota yang duduk di jajaran Aisyiyah dari pusat sampai ranting saja. “Tetapi seorang guru juga harus dibekali dengan Baitul Arqam dan harus bermalam,” tegasnya.
Harapannya, ibu-ibu berangkat dengan hati yang tulus dan ikhlas. “Semoga ibu-ibu semua sehat, putra-putri di rumah yang ditinggal dalam keadaan sehat,” harapnya.
Teguhkan Ideologi dan Kepemimpinan
Nur—panggilan akrabnya—menjelaskan bahwa tujuan Baitul Arqam ini adalah untuk meneguhkan ideologi dan kepemimpinan dalam berpikir serta menjalankan visi-misi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Sebagai seorang kader Aisyiyah yang militan, ibu-ibu harus takut kepada Allah jika meninggalkan anak-anak yang bodoh dan lemah,” tutur wanita kelahiran Lamongan ini.
Sebagaimana lanjutnya, dalam Surah An-Nisa ayat 9 diterangkan: Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya.
“Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya),” ucapnya.
Nur menegaskan bahwa seorang guru memiliki kewajiban untuk menjaga anak-anak bangsa ini dengan memberi pendidikan yang baik. Ia juga menjelaskan tujuh karakter Perempuan Berkemajuan. “Pemahaman ini penting dimiliki oleh guru-guru Aisyiyah sebagai kader persyarikatan,” tuturnya.
Ia mengimbau agar tujuh karakter Perempuan Berkemajuan ini dipelajari, dipahami, dan benar-benar diamalkan. “Yaitu iman dan takwa, taat beribadah, akhlak karimah, berpikir tajdid, bersikap wasatiyah, amaliah salihah, dan sikap inklusif,” terangnya.
Penulis Musyrifah Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments