Gabungan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Grabagan, Plumpang, Rengel, Semanding, Soko, dan Widang yang tergabung dalam Wilayah Kerja (Wilker) I Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tuban menggelar Baitul Arqam ‘Aisyiyah pada Sabtu–Ahad (27–28/12/2025) atau bertepatan dengan 7–8 Rajab 1447 H. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan ideologi dan penguatan kapasitas kader perempuan ‘Aisyiyah.
Baitul Arqam ‘Aisyiyah Wilker I PDA Tuban dilaksanakan di Dusun Dempel, wilayah PCA Plumpang, dan diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan kader dari masing-masing cabang. Sejak pembukaan hingga penutupan, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias.
Mengusung tema “Reaktualisasi Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan untuk Mencerahkan Peradaban Bangsa,” Baitul Arqam diarahkan untuk memperkokoh pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan, sekaligus menegaskan peran strategis kader ‘Aisyiyah dalam merespons dinamika sosial masyarakat.
Ketua Panitia, Sri Dayati, menyampaikan bahwa Baitul Arqam merupakan sarana penting dalam proses kaderisasi ideologis ‘Aisyiyah.
“Baitul Arqam menjadi wadah penguatan ideologi dan kaderisasi agar kader ‘Aisyiyah memiliki pemahaman yang kokoh serta kesiapan berperan aktif menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan ideologi dan organisatoris dari para pemateri PDA Tuban. Materi Profil Kader ‘Aisyiyah dan Keteladanan Kepemimpinan Tokoh ‘Aisyiyah disampaikan oleh Nevy Mudholifati, yang menekankan pentingnya keteladanan dan militansi kader.
Selanjutnya, Umi Rosyidah memaparkan Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta visi, misi, dan program ‘Aisyiyah sebagai landasan ideologis gerakan.
Sesi malam diisi pendalaman materi Adabul Ma’ah fil Islam oleh Yuni Ernawati, dilanjutkan materi Masa’il Khamsah oleh Fitriyah Muhammad. Kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi kelompok terarah (FGD) yang dipandu oleh MOT sebagai ruang refleksi dan penguatan pemahaman.
Memasuki hari kedua, penguatan spiritual diawali dengan qiyamul lail dan salat Subuh berjamaah. Materi Toharatul Qulub disampaikan oleh IOT bersama Siti Aminah yang menekankan pentingnya kebersihan hati sebagai fondasi dakwah. Penguatan literasi kader dilanjutkan melalui materi Tahsinul Kitabah oleh Shofaatul Atik.
Rangkaian materi ditutup dengan pemaparan Risalah Perempuan Berkemajuan oleh Indah Ummu Chilmi selaku Ketua PDA Tuban. Ia menegaskan bahwa Risalah Perempuan Berkemajuan memuat dua aspek utama, yakni karakter dan komitmen perempuan berkemajuan.
Menurutnya, perempuan berkemajuan adalah perempuan yang beriman dan bertakwa, berakhlak karimah, berpikir tajdid, bersikap wasathiyah, beramaliyah salehah, serta inklusif dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, perempuan ‘Aisyiyah dituntut memiliki komitmen pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pelestarian lingkungan, penguatan keluarga sakinah, pemberdayaan masyarakat, filantropi berkemajuan, serta peran aktif dalam perdamaian dan kehidupan kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, kader ‘Aisyiyah Wilker I PDA Tuban diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam berkemajuan secara kontekstual, adaptif, dan solutif, serta berkontribusi aktif dalam mencerahkan kehidupan umat, bangsa, dan persyarikatan.





0 Tanggapan
Empty Comments