
PWMU.CO – Baitul Arqam bersama diadakan oleh lima PCA yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 4 Porong Sidoarjo, Sabtu-Ahad (27-28/1/2024).
Lima Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) itu Sukodono, Wonoayu, Krembung, Jabon, dan Porong. Baitul Arqam bersama diikuti 91 peserta.
Acara dibuka Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo Siti Zubaidah. Ia menekankan, semua pimpinan harian Aisyiyah harus mengikuti kegiatan semacam ini, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
Baitul Arqam mengusung tema Manifestasi Gerakan Aisyiyah Menuju Perempuan Berkemajuan.
Siti Zubaidah menyampaikan materi visi dan misi Aisyiyah. Materi kedua disampaikan Ade Efiyanti SKom M Kom dan Umayami SAg MPdI.
Ketua PDM Sidoarjo Prof Dr Dzo’ul Milal menyampaikan materi Paham Agama dalam Bermuhammadiyah dan Perkembangannya.
Milal dalam paparannya membangun suasana berpikir positif dalam berdakwah. Dia menayangkan slide power point berupa gambar bulatan hitam kecil di tengah.
Peserta diminta menebak tampilan gambar itu menurut pandangannya. Kebanyakan menjawab itu gambar titik.
”Kebanyakan orang fokus pada gambar di tengah padahal ada area kosong yang lebih luas di sekeliling titik. Artinya dalam kehidupan sehari-hari hal positif yang lebih banyak dilakukan sering tak dilihat, orang melihat kesalahan kecil,” katanya.
Lalu dia menjelaskan, paham keagamaan berpedoman pada sumber pokok syariah yaitu al-Quran dan as-Sunnah tidak menganut madzhab.
”Paham agamanya menganut sifat tajdid, toleran, terbuka serta tidak berafiliasi terhadap salah satu madzhab tertentu. Pendapat madzhab dapat diterima sebagai referensi di dalam berijtihad sesuai dengan Manhaj Tarjih Muhammadiyah,” ujar dosen UIN Sunan Ampel ini.
Dia berharap, warga Muhammadiyah bisa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi dan masyarakat yang menjadi akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah.
”Contoh hidup bermasyarakat seperti tolong menolong dalam kebaikan, toleransi beragama, saling menghormati dan bekerja sama. Tidak korupsi atau mencuri dan rajin bersedekah,” tuturnya.
Nilai Islami dalam kehidupan berorganisasi, sambung dia, seperti berkomitmen, amanah, dan istiqamah menjalankan tugas orhanisasi.
”Kompak, kolektif, kolegial, disiplin waktu dan siap dipimpin adalah sikap yang harus dipertahankan jika menjadi pendakwah. Pemimpin adalah pendakwah bagi yang dipimpin,” katanya.
Penulis Dian R. Agustina Editor Sugeng Purwanto







0 Tanggapan
Empty Comments