Pada Kamis (12/3/2026), siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya mengikuti kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program sambut Ramadan yang rutin digelar setiap tahun.
Selain Baitul Arqam, sekolah juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain seperti bakti sosial, tarhib Ramadan, serta pembuatan kaleng infak unik. Program tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan berbagi kepada para siswa sejak dini.
Khusus bagi siswa kelas 5 dan 6, Baitul Arqam tahun ini dilaksanakan dengan konsep menginap di sekolah. Beragam rangkaian kegiatan telah disiapkan oleh para ustaz dan ustazah Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan siswa dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Selain meningkatkan pengalaman spiritual dan ibadah, kegiatan ini juga diisi dengan pembelajaran praktik kaifiyah merawat jenazah. Materi tersebut diberikan agar siswa memiliki pemahaman sejak dini tentang tata cara perawatan jenazah yang benar sesuai tuntunan Rasulullah.
Dalam kegiatan tersebut, panitia yang terdiri dari para ustaz dan ustazah memberikan penjelasan secara rinci mengenai proses perawatan jenazah. Para siswa diperkenalkan mulai dari persiapan alat dan bahan, tata cara memperlakukan jenazah laki-laki maupun perempuan, hukum-hukum terkait perawatan jenazah, hingga doa-doa yang dibaca dalam setiap tahapannya.
“Kami sengaja memberikan pengetahuan tentang tata cara perawatan jenazah kepada siswa kelas 5 dan 6 agar mereka memahami sejak dini. Harapannya, mereka juga bisa menjadi agen di keluarga untuk menyampaikan kepada orang tua maupun kerabat tentang kaifiyah perawatan jenazah yang benar,” ujar Muhammad Ain, M.Pd.I., pengajar ISMUBA Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.
Dalam praktik pembelajaran tersebut, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu bagian yang paling menarik sekaligus menantang adalah saat seorang siswa secara sukarela menjadi contoh jenazah yang dipraktikkan proses pengkafanannya.
Suasana pembelajaran pun terasa hidup. Sebagian siswa terlihat tertawa dan tersenyum melihat proses tersebut, namun ada pula yang merasa sedikit takut ketika melihat temannya dibungkus dengan kain kafan.
“Aduh, ustaz jangan kencang-kencang mengikatnya, nanti aku tidak bisa gerak,” canda Ramsey, salah satu siswa kelas 6 Faqih Usman yang menjadi sukarelawan dalam praktik tersebut.
Melalui kegiatan ini, para ustaz dan ustazah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual selama Baitul Arqam, tetapi juga mendapatkan bekal ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Para guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya berharap kelak para siswa dapat menjadi pionir di lingkungan tempat tinggalnya dalam menyebarkan pengetahuan tentang tata cara perawatan jenazah yang benar, sehingga ilmu yang dipelajari di sekolah dapat diamalkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments