Semangat pembaruan menyelimuti hari kedua gelaran Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Nganjuk.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (26/12/2025) ini diawali dengan Apel Pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk, Juwari, S.Pd.
Amanat Ideopolitor: Estetika di Atas Pondasi Kokoh
Dalam amanatnya, Juwari menekankan pentingnya kreativitas bagi para penggerak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia mengibaratkan organisasi sebagai sebuah bangunan yang telah memiliki pondasi kuat.
“Berinovasi, berkreasi, berkarya membuat terobosan-terobosan agar bangunan yang pondasinya sudah kokoh tidak mubazir, tetapi tambah indah, tambah menyedapkan mata yang memandang, dan menjadikan lebih berkah,” pesan mantan Ketua Lazismu Nganjuk tersebut.
Ia juga memberikan tantangan kepada 36 peserta yang merupakan karyawan AUM terpilih agar tidak lagi berkutat pada persoalan dasar, melainkan segera melakukan akselerasi.
Dengan memeragakan gerakan tangan yang energetik, ia mengajak peserta untuk berkemajuan layaknya tagline Nganjuk Melesat melalui inovasi terbarukan.
Harapan ini dinilai realistis mengingat mayoritas peserta merupakan generasi muda yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga memiliki penampilan yang good looking dan representatif.

Refleksi Hari Pertama: Strategi ‘Regeng’ SMK Muhammadiyah 1 Berbek
Mundur sejenak ke hari pertama, para peserta mendapatkan asupan motivasi dari keynote speaker Danang Siswanto, M.Pd.Gr. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Berbek ini berbagi kisah sukses dalam meningkatkan jumlah siswa hingga hampir 60 persen.
Mantan Ketua PDPM Nganjuk tersebut membedah sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang unik, mulai dari program berbagi HP Android hingga penguatan kultur keislaman, seperti salat Duha dan Zuhur berjamaah.
Pendekatan yang tampak ‘regeng’ (semarak dan menarik) antara guru dan murid di sekolah kawasan pegunungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sekolah berbayar dengan pelayanan paripurna jauh lebih diminati dibandingkan sekolah gratis dengan kualitas seadanya.
Sebagai pemantik literasi, ia membagikan buku karyanya bertema Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah kepada seluruh peserta.
Mendalami Ideologi dan Manhaj Tarjih
Sesi materi inti dimulai dengan pembahasan Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) yang disampaikan secara lugas oleh Ayahanda M. Rojabianto S.E.
Ia menekankan tujuh poin utama MADM secara berulang untuk memastikan pemahaman yang mendalam. Suasana menjadi segar saat ia menceritakan kisah pernikahannya pada 1 Muharram (1 Suro) sebagai contoh nyata implementasi tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi siang dilanjutkan dengan materi Manhaj Tarjih Muhammadiyah yang disampaikan oleh Ayahanda Aris Jatmiko S.Pd. Mantan Komisioner KPU Nganjuk ini menyoroti fenomena viralnya isu Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) di media sosial.
Diskusi berkembang hangat hingga membahas Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah gagasan yang menurutnya telah menjadi perhatian sejak ia menempuh studi di UMY pada tahun 2015.
Kegiatan Baitul Arqam tahun ini terasa berbeda dengan penerapan kedisiplinan holistik semi militer yang dipandu oleh Ari Slamet S.Pd didampingi Luqman Nurudin S.Pd. Keduanya merupakan alumni Training of Trainer (ToT) MPKSDI PP Muhammadiyah.
Melalui apel pagi, sore, serta laporan di setiap sesi, para peserta ditempa untuk memiliki karakter yang disiplin dan berintegritas. Hal ini bertujuan agar setelah pelatihan selesai, para guru dan tenaga kependidikan mampu membawa semangat profesionalisme serta karakter Islam yang kuat ke sekolah masing-masing.






0 Tanggapan
Empty Comments