Suasana penuh semangat menyelimuti SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya pada Jumat (13/2/2026). Seluruh guru dan karyawan mengikuti kegiatan Baitul Arqam yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PCM Bulak dan Ketua PRM Sukolilo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ideologi dan profesionalisme tenaga pendidik Muhammadiyah.
Narasumber utama kegiatan ini adalah Imam Sapari, S.HI., M.Pd.I., yang akrab disapa Gus Imsap. Ia merupakan Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya sekaligus Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya.
Dalam pemaparannya bertajuk “Guru Muhammadiyah Sejati: Meneguhkan Eksistensi Diri, Menyatukan Amanah Profesi dan Ketaatan Ilahi”, Gus Imsap menegaskan bahwa bekerja di Muhammadiyah adalah bagian dari ibadah dan profesionalisme guru merupakan wujud ketaatan kepada Allah Swt.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Imsap memaparkan “9 Rumus Guru Sejati” yang perlu dimiliki setiap pendidik Muhammadiyah:
- Kerja Ikhlas (Landasan Tauhid): Bekerja semata-mata mengharap rida Allah sehingga tidak mudah kecewa apabila apresiasi manusia tidak sebanding.
- Kerja Cerdas (Landasan Tajdid): Menjadi guru yang solutif dan inovatif, terutama dalam menghadapi tantangan teknologi dan generasi Alpha.
- Kerja Keras (Landasan Etos): Memiliki semangat juang tinggi serta tidak mudah menyerah.
- Kerja Tuntas (Landasan Amanah): Menyelesaikan tugas secara terstruktur, termasuk dalam pengajaran dan administrasi.
- Kerja Loyalitas (Landasan Organisasi): Setia pada visi persyarikatan dan menjaga marwah sekolah sebagai bentuk ketaatan kepada pimpinan.
- Kerja Profesionalitas (Landasan Itqan): Melaksanakan tugas sesuai standar kualitas terbaik.
- Kerja Welas (Landasan Empati): Mendidik dengan kasih sayang agar sekolah menjadi tempat yang dirindukan siswa.
- Kerja Mawas (Landasan Uswah): Senantiasa melakukan introspeksi diri (muhasabah) serta menjadi teladan bagi rekan dan peserta didik.
- Kerja Totalitas (Landasan Kaaffah): Mengerahkan seluruh potensi jiwa dan raga demi kemajuan dakwah pendidikan Muhammadiyah.
Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan era disrupsi. Gus Imsap mengingatkan pentingnya sikap adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki resiliensi yang kuat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Kegiatan ditutup dengan kutipan inspiratif dari KH Ahmad Dahlan: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah melalui kelas-kelasmu, maka Allah akan menghidupkan keberkahan dalam hidupmu.” Peserta pun meninggalkan kegiatan dengan semangat baru untuk menjadi muaddib, pendidik beradab yang berorientasi pada pembentukan insan kamil.






0 Tanggapan
Empty Comments