PWMU.CO – Balai Diklat Muhammadiyah Ponorogo menjadi saksi 42 kader Nasyiatul Aisyiyah mengikuti DANA 2.
Kegiatan ini terhadiri oleh berbagai cabang se-Kabupaten Ponorogo. Sebuah forum perkaderan formal yang menjadi bagian penting dalam jenjang pembinaan kader perempuan muda Muhammadiyah.
Peserta yang hadir merupakan perwakilan cabang yang sebelumnya telah menempuh DANA I atau jenjang perkaderan setara. Seperti Taruna Melati I (TM I) dan Darul Arqom Dasar (DAD).
Perkuat Ideologi, Kepemimpinan dan Daya Juang
Selama dua hari, Sabtu-Minggu (30–31/08/2025), para kader akan ditempa melalui berbagai materi. Khususnya yang terancang untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, serta daya juang gerakan perempuan muda di tengah dinamika zaman.
Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat dengan sambutan dari Sekretaris Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ponorogo Dra Hj Sri Hidayah MA, yang sekaligus secara simbolis membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Nasyiatul Aisyiyah merupakan penerus estafet perjuangan ‘Aisyiyah. Ia mengakui, sebelumnya PDA sempat menyimpan kekhawatiran akan keberlangsungan gerakan ‘Aisyiyah di masa depan.
Namun, melihat gerak cepat dan kiprah aktif Nasyiatul Aisyiyah selama ini, PDA merasa lebih optimis dan tenang.
“InsyaaAllah, Aisyiyah akan selalu mendukung langkah-langkah Nasyiah. Peserta DANA II ini setelah mengikuti kegiatan, diharapkan dapat melanjutkan pengabdian dan perannya di cabang masing-masing” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Drs H Muh. Syafrudin MA turut hadir memberikan motivasi. Sekaligus, menekankan pentingnya keberlanjutan kaderisasi di tubuh Nasyiatul Aisyiyah. Rangkaian pembukaan kemudian berakhir dengan doa yang terpimpin langsung olehnya.
Cetak Kader Organisatoris dan Berintegritas
Mengusung tema “Penguatan Gerakan Perempuan untuk Nasyiatul Aisyiyah Ponorogo Hebat”, kegiatan ini terarahkan untuk mencetak kader yang tidak hanya berkompeten secara organisatoris, tetapi juga memiliki integritas moral, kapasitas intelektual, serta kepedulian sosial.
Tema tersebut sekaligus menjadi refleksi dari semangat Nasyiatul Aisyiyah Ponorogo dalam menjawab tantangan zaman dengan gerakan yang progresif, inklusif, dan berdaya saing.
DANA II sendiri merupakan salah satu perkaderan formal dalam jenjang pembinaan Nasyiatul Aisyiyah. Selain memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, forum ini juga membekali peserta dengan keterampilan manajerial, strategi komunikasi, hingga penguatan basis gerakan perempuan muda.
Dengan kehadiran 42 peserta yang berasal dari berbagai cabang, penyelenggara berharap lahir kader-kader tangguh yang siap menggerakkan organisasi di tingkat ranting, cabang, maupun daerah.
“Kader yang lahir dari DANA II harus menjadi agen perubahan yang membawa Nasyiatul Aisyiyah semakin relevan di hati masyarakat Ponorogo” kata Muh. Syafrudin dalam arahannya.
Selama dua hari, para peserta akan mengikuti serangkaian sesi materi, diskusi, serta praktik lapangan untuk memperkaya wawasan dan memperkuat jejaring antar-kader.
Dengan demikian, DANA II tidak hanya meninggalkan pengalaman belajar, tetapi juga meneguhkan solidaritas gerakan perempuan muda Muhammadiyah di Ponorogo.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Nasyiatul Aisyiyah Ponorogo dalam meneguhkan komitmennya sebagai organisasi kader perempuan yang berdaya, berkemajuan, serta siap mewarnai pembangunan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments