Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bale Srawung Budaya, Ikhtiar PC IMM Lamongan Lawan Hegemoni Budaya Pop

Iklan Landscape Smamda
Bale Srawung Budaya, Ikhtiar PC IMM Lamongan Lawan Hegemoni Budaya Pop
Foto bersama setelah pembukaan Bale Srawung Budaya, Ikhtiar PC IMM Lamongan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan melalui Bidang Seni Budaya dan Pariwisata menggelar Bale Srawung Budaya pada Jumat (30/1/2026) di ITB AD Lamongan.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog kultural untuk merespons dominasi budaya populer sekaligus menggali kembali akar otentisitas budaya lokal Lamongan.

Arus budaya populer saat ini kian mendominasi ruang-ruang kesadaran generasi muda. Melalui media dan industri hiburan, budaya pop sering diposisikan sebagai simbol kemajuan dan modernitas, sementara budaya lokal perlahan terpinggirkan dan dianggap tidak relevan. Kondisi ini merupakan bentuk hegemoni budaya yang bekerja secara halus, bukan melalui paksaan, melainkan lewat pembentukan cara berpikir dan selera.

Di tengah situasi tersebut, Lamongan sejatinya memiliki kekayaan budaya yang lahir dari nilai kebersamaan, tradisi srawung, serta ragam seni tradisional yang sarat makna filosofis. Namun, minimnya ruang dialog kritis dan ekspresi kebudayaan menyebabkan warisan tersebut semakin jauh dari generasi muda. Padahal, budaya lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber identitas dan nilai yang membentuk karakter masyarakat.

Bale Srawung Budaya dihadirkan sebagai ikhtiar melawan hegemoni budaya pop sekaligus menggali kembali akar budaya lokal. Ruang ini dirancang secara egaliter dan partisipatif, menjadi titik temu antara gagasan, ekspresi seni, dan kesadaran kritis. Di sinilah budaya lokal tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dibicarakan, dihidupkan, dan dimaknai ulang sesuai konteks zaman.

Pergelaran seni gamelan dan karawitan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan. Lebih dari itu, seni tradisi menjadi medium ekspresi sekaligus perlawanan kultural, menegaskan bahwa tradisi masih hidup, relevan, dan mampu berdialog secara setara dengan modernitas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memandang seni sebagai bagian integral dari gerakan kebudayaan yang mencerahkan. Melalui Bale Srawung Budaya, IMM menegaskan peran mahasiswa sebagai subjek aktif dalam pelestarian budaya: kritis terhadap arus modernitas, namun tetap berpijak pada akar identitas lokal.

Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata PC IMM Lamongan, Moch. Wildan Makhrus, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat budaya lokal.

 “Melalui Bale Srawung Budaya ini, saya berharap lahir kesadaran bersama bahwa budaya lokal Lamongan bukan untuk ditinggalkan, melainkan dirawat dan dihidupkan kembali secara kritis di tengah arus budaya populer.”

“Sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, mari menjadikan ruang dialog ini sebagai langkah awal merawat identitas, memperkuat keberpihakan kultural, dan membangun gerakan kebudayaan yang berakar namun tetap relevan dengan zaman,” ujarnya.

Melalui Bale Srawung Budaya, IMM Lamongan tidak hanya menghadirkan ruang seni, tetapi juga menyalakan obor kesadaran kebudayaan—bahwa masa depan dapat diraih tanpa kehilangan akar, dan modernitas tidak harus meniadakan identitas. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu