Lefhia Ayu Adinda sejak awal sudah membawa semangat yang tinggi ketika pamitan pada Bupati Yuhronur MBA yang memberi pesan, “Terus semangat untuk mengejar cita-cita dan prestasi di dunia internasional.”
Pesan itu sebagaimana dikatakan kembali oleh Ali Ahmadi, guru pembimbing Lefhia Ayu Adinda, di sela kegiatan di Kuala Lumpur, Selasa (12/8/2025).
Lefhia Ayu Adinda menceritakan perjalanannya. “Pertama itu kami berangkat ke Malaysia dari Bandara Juanda pukul 08.30 sampai di bandara sekitar jam 12.00 siang waktu Malaysia. Ketibaan kami di tempat kegiatan, di sini kami registrasi dan sudah dijemput oleh kakak panitia dengan rompi hijau. Kami lalu diajak ke hotel, dinner, lalu pembukaan (mencakup perkenalan, pemilihan counter partner), lalu istirahat,” jelasnya.
Siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat itu mengatakan bahwa di hari kedua mereka harus sudah berada di ruangan pukul 08.00. Materi pertama mencakup Language Proficiency Test dan University Registration, di mana mereka diminta mencari jurusan dan kampus impian. Selanjutnya, mengenai Handout CV Writing, mereka diajari cara membuat CV dan esai yang profesional. Terakhir, mereka melakukan praktik membuat esai untuk wawancara.
“Di samping itu juga materi Handout Language Proficiency, pada materi ini kami diajak mengenal bahasa, ketentuan tes bahasa itu apa aja, biaya” yang harus dikeluarkan. Setelah itu ada forum Leaderless Group Discussion (LGD). Kami diajak memecahkan sebuah masalah dengan berdiskusi tanpa ada pemimpin di dalamnya. Dan ini juga biasanya merupakan bagian dari tes beasiswa. Setelah itu kami free. Semua kegiatan kami ikuti dengan penuh kesungguhan dan kebersamaan, di sisi lain kami sangat bahagia bertemu teman-teman peserta workshop ini, karena dapat saling bertukar pengalaman,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini, Lefhia Ayu Adinda mendapat tiga gelar selama mengikuti International Scholarship Workshop:
- Utama (Peserta Terbaik)
- Best Essay (Menulis Essay)
- Best Counter Partner
“Best counter partner itu berpasangan kemarin. Selama kegiatan paling kompak,” jelasnya.
Setelah meraih tiga penghargaan, dia berbahagia sekali karena sangat berharga. Dia mengikuti program ini dengan sangat antusias. Apalagi setelah tahu hasil, dia mendapatkan predikat peserta terbaik, rasanya sangat terharu karena melihat perjuangan kita semua dalam mengusahakan dia dapat mengikuti event International Scholarship Workshop.
Dia mengakui, “Mengikuti kegiatan ini, dapat belajar banyak hal. Selain bagaimana apply beasiswa, membuat essay, pelatihan bahasa, saya juga belajar berbagai macam budaya dari berbagai peserta, juga belajar budaya di Malaysia.”
Dia berkeinginan untuk mendapatkan beasiswa. Dengan tes simulasi yang dilakukan secara bertahap, hal itu melatihnya serta memberi pengalaman tentang gambaran mendaftar beasiswa. Dengan pengalaman tersebut, dia ingin memaksimalkan sebaik mungkin dan mengevaluasi pelatihan itu untuk memberikan yang lebih baik lagi.
Ali Ahmadi, sebagai guru pendamping sekaligus pembimbing, merasa bangga dengan yang diperoleh Lefhia Ayu Adinda. Tentu kegiatan ini akan memberikan dampak pada diri Lefhia, teman-teman, serta adik kelasnya di SMA Muhammadiyah 1 Babat.





0 Tanggapan
Empty Comments