Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Rhodium Universitas Negeri Malang (UM) secara mendalam mengkaji peran teknologi kecerdasan buatan-Artificial Intelligence (AI)-terhadap pengaruhnya ketika dimanfaatkan di kalangan mahasiswa lewat kajian bertajuk “Ketika Simbol Mengalahkan Substansi: Wujud Generasi Digital”.
Secara perlahan dan mendalam, Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin SIP menjelaskan peran yang esensial dalam keselarasan antara simbol dan substansi.
Kajian yang dilaksanakan pada Ahad (24/08/2025) di Masjid Al-Ashri ini menjadi sarana bagi para peserta untuk mawas dan selalu muhasabah diri, bahwa peran teknologi bukan selamanya menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih mudah, bahkan bisa menjadi tempat untuk melalaikan manusia dari tugas awalnya sebagai seorang hamba dan khalifah di muka bumi.
Teknologi yang pada dasarnya menjadi alat untuk mempermudah pekerjaan manusia kini beralih fungsi menjadi alat yang dapat menurunkan kualitas dari diri seorang manusia, baik secara fisik maupun mentalitas.
Dampaknya pun beragam, dimulai dari ketergantungan pada teknologi, dikendalikan secara masif oleh algoritma, kemalasan untuk bergerak, munculnya sikap individualis hingga munculnya penyakit mental yang mengganggu produktivitas kehidupan manusia.
Simbol atau tampilan luar seseorang yang dikenal dengan predikat sebagai mahasiswa tentunya dapat menganalisa lalu kemudian dapat bersikap secara bijak mengenai brutalitas dampak negatif yang ditimbulkan oleh si teknologi ini.
Dalam penjabarannya, Salman menyatakan bahwa ada banyak sekali penyajian konten yang dihidangkan kepada kita setiap harinya di sosial media hari ini, baik positif berupa edukasi, pengetahuan, dakwah; ataupun hanya sekedar konten tak bermutu, tak jelas dan hanya mengundang kontroversi semata.
“Ironisnya justru malah hiburan seperti itulah yang mendulang perhatian dari netizen hingga viral dan booming sampai diikuti sebagai tren situasional. Maka justru di sinilah peran IMM untuk memberikan sumbangsih konten sosial media yang mencerminkan banyak nilai kebaikan sesuai kepribadian Muhammadiyah” imbuhnya.
Ia menuturkan nilai utama persyarikatan Muhammadiyah yang berupa pembaharuan (tajdid), amar makruf nahi munkar, mauidhoh hasanah (nasihat yang santun dan baik), dan keagungan akhlak pribadi keseharian warga Muhammadiyah sesuai teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, itu semua dapat diterapkan untuk membangun peradaban yang dicintai dan diridai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Tentunya semua perbuatan itu dilaksanakan sepenuhnya dengan kemurnian niat, tanpa sedikitpun mengharap pujian dan pengakuan dari manusia.
“Karena merupakan hal sia-sia ketika hanya mementingkan tampilan luar tetapi melupakan kedalaman isi yang matang, maka sejatinya identitas mahasiswa yang ternaungi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah era ini hendaknya menampilkan citra yang positif lewat perilaku kehidupan sehari-hari yang mulia sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata yang baik, berkarya yang kreatif dan positif tanpa perlu bersikap reaktif dan provokatif dalam menghadapi realita kehidupan di zaman yang serba instan ini”, ujarnya.
Ketua bidang TKK, Immawan Arsal berharap akan ada kesinambungan dan keberlanjutan diskusi positif seperti ini yang relate dengan kebutuhan IMM supaya tercipta kesadaran, dan menjadikan penguatan ilmu serta iman di kehidupan bermasyarakat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments