
PWMU.CO – Suasana semangat dan kebersamaan menyelimuti kawasan Kebun Wisata Leha-leha, Paciran, Lamongan, pada Kamis-Sabtu (19-21/6/2025).
Pada hari tersebut, SMA Muhammadiyah 9 Brondong (Smamix) Lamongan, menggelar kegiatan Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP) dan Taruna Melati 1.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Qabilah Smamix. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kemandirian, serta semangat kebangsaan dan keislaman di kalangan pelajar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh puluhan siswa kelas X. Mereka mengikuti serangkaian materi dan praktik lapangan yang telah disusun secara sistematis oleh tim pembina HW bersama panitia LKP dan Taruna Melati 1 Qabilah Smamix.
Dalam apel pembukaan LKP dan Taruna Melati 1, Ketua Gerakan Kepanduan HW Qabilah Smamix, Ramanda Dennis Nugroho MPd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sarana strategis untuk membentuk karakter unggul siswa.
“Kegiatan ini menjadi media strategis dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab, sejalan dengan nilai-nilai Islam dan semangat HW. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang siap mengabdi untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
Salah satu materi unggulan dalam kegiatan ini adalah Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Dalam sesi ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan ringan hingga sedang, seperti luka terbuka, pingsan, dan tersedak.

Materi ini disampaikan oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban yang bekerja sama dengan PMI UNIROW. Para peserta dilatih secara langsung, mulai dari penggunaan perban, pembuatan tandu darurat, hingga simulasi evakuasi korban bencana.
“Pelatihan ini penting karena remaja juga harus dibekali keterampilan tanggap darurat. Siap membantu orang lain dalam situasi genting adalah bentuk nyata dari jiwa kepanduan dan kepemimpinan,” jelas salah satu instruktur PPGD.
Selain pelatihan PPGD, peserta juga menerima berbagai materi lapangan seperti tali-temali, baris-berbaris, semaphore, dan morse. Mereka pun mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola dapur umum, mulai dari mengatur logistik makanan, menyusun jadwal memasak, hingga menjaga higienitas makanan untuk puluhan orang.
Kegiatan dapur umum ini bukan sekadar tentang memasak, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat gotong royong dan kepedulian antaranggota tim.
Salah satu peserta, Salsa, membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan dapur umum.
“Kami belajar memasak nasi dalam jumlah besar, membagi tugas, dan saling membantu. Awalnya terasa sulit, tapi justru menjadi pengalaman yang seru dan berkesan,” ungkapnya.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan bermakna seperti tadabur alam, ujian SKT, permainan kepemimpinan, hingga renungan malam dan pengambilan lencana Taruna Melati 1 yang sarat dengan refleksi spiritual dan motivasi diri.
Sebagai penutup, dilaksanakan pelantikan peserta Latihan Penghela dan Taruna Melati 1, yang ditandai dengan penyematan lencana Taruna Melati 1 secara simbolis oleh Ketua Gerakan Kepanduan HW Qabilah Smamix.
Melalui kegiatan ini, Ketua Gerakan Kepanduan HW Qabilah Smamix berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual.
Dengan tambahan materi PPGD dan dapur umum, peserta diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk situasi bencana atau krisis kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua panitia, Rakanda Sahrul, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah proses dalam mencetak pemimpin muda.
“Ini bukan sekadar latihan, tetapi proses mencetak pemimpin muda yang siap menjadi garda terdepan dalam berbagai situasi, baik di tengah masyarakat maupun dalam perjalanan hidup mereka ke depan,” tegasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader unggul yang siap berkontribusi aktif di lingkungan sekolah, masyarakat, dan organisasi, sejalan dengan semangat HW, yakni “Siap Menjadi Pemimpin dan Pelayan Umat.” (*)
Penulis Syarif Hidayatullah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments