Search
Menu
Mode Gelap

Banjir Aceh Tamiang Picu Penyakit Kulit, Muhammadiyah Jatim Turun Beri Layanan Kesehatan

Banjir Aceh Tamiang Picu Penyakit Kulit, Muhammadiyah Jatim Turun Beri Layanan Kesehatan
Pengecekan kesehatan pada anak-anak penyintas bencana banjir di Dusun Batang Ara, Kec Bandar Pusaka Aceh Tamiang. Foto: Rahadi/PWMU.CO
pwmu.co -

Tim Relawan Medis Muhammadiyah Jawa Timur memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Pelayanan ini dilakukan menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis menemukan banyak warga, terutama anak-anak, mengalami gangguan kulit berupa dermatomikosis. Penyakit ini diduga dipicu oleh paparan lumpur sisa banjir serta penggunaan sumber air yang kurang bersih untuk kebutuhan mandi dan sanitasi sehari-hari.

Koordinator Tim Medis Muhammadiyah Jawa Timur wilayah Aceh Tamiang (Kloter 3), dr Wildan Firdaus, menjelaskan bahwa kondisi pascabanjir memang rentan memunculkan penyakit kulit, khususnya pada anak-anak yang masih sering beraktivitas dan bersentuhan langsung dengan lingkungan sekitar.

“Sebagian besar pasien yang kami tangani adalah anak-anak dengan keluhan gatal, kemerahan, dan bercak pada kulit. Kondisi ini disebabkan oleh lumpur bekas banjir dan penggunaan air yang tidak higienis,” ujar dr Wildan saat ditemui di lokasi pelayanan kesehatan, Sabtu (3/1/2026).

Selain memberikan pengobatan, tim medis juga melakukan edukasi kesehatan kepada warga. dr Wildan mengimbau agar anak-anak selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi minimal dua kali sehari menggunakan air bersih dan sabun. Ia juga mengingatkan agar penderita tidak menggaruk area kulit yang bermasalah.

“Menggaruk hanya akan memperparah kondisi dan berpotensi menyebabkan infeksi yang lebih serius,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Program pelayanan kesehatan Kloter 3 ini melibatkan tim Disaster Medic Committee (DMC) RS ‘Aisyiyah Bojonegoro dengan menerjunkan tenaga kesehatan, yakni Novi Husnul Mawadah, Ardian Dwiananta, dan Rodhiyal Amry.

Ikhtiar ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Timur dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera. Melalui jaringan relawan dan tenaga medis, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi warga, tidak hanya pada masa darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.

Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang agar dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat dan layak, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments