Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Banyuwangi Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah di Area Desa Dampingan Eco Bhinneka Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Peluncuran Banyuwangi Hijau Fase 2 dan 3 (Winda/PWMU.CO)

PWMU.CO – Komitmen Banyuwangi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui peluncuran Program Banyuwangi Hijau Fase 2 dan 3, yang dirangkai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karetan. Acara ini berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Kamis (22/05/2025).

Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai elemen penting dari pemerintah pusat dan daerah, mitra internasional, serta organisasi masyarakat sipil, Bupati Banyuwangi mengumumkan pembangunan TPST Karetan yang berlokasi di Desa Dampingan Eco Bhinneka, Glagahagung. Fasilitas ini merupakan bagian dari pembangunan tiga fasilitas pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Banyuwangi, dengan total kapasitas mencapai 260 ton per hari.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik pengolahan sampah, tetapi juga membentuk budaya baru dalam memandang dan menangani persoalan lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa dari semua pihak, termasuk Pemerintah Austria, Uni Emirat Arab, serta mitra lama kami seperti Borealis dan Clean Rivers,” ujarnya.

Program Banyuwangi Hijau juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian RI), yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan Akses Pangan serta Asisten Deputi Bidang Ekonomi Sirkular dan Lingkungan.

Mitra strategis juga turut berperan aktif dalam mendukung program ini, antara lain PT Systemiq Lestari Indonesia, Yayasan Rijig Pradana Wetan, Sungai Watch, OSOJI Banyuwangi, Emvitrust, Pega Indonesia, serta komunitas lokal seperti Eco Enzim dan Eco Bhinneka.

Setelah acara, Fasilitator Daerah Eco Bhinneka Banyuwangi, Zahrotul Janah, langsung berdialog dengan Bupati Banyuwangi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas Progress Report Eco Bhinneka di Desa Glagahagung.

Dalam kesempatan tersebut, Zahro menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah sebagai langkah fundamental menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Eco Bhinneka sangat mengapresiasi pembangunan TPST Karetan. Namun, kami berharap ini tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab lingkungan. Komunitas AMONG yang dibentuk oleh Eco Bhinneka di sekitar Karetan siap memberikan dukungan aktif dalam mewujudkan tujuan tersebut,” tegas Zahro.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, Eco Bhinneka sebelumnya telah menggelar kegiatan Aksi Hutan Lestari (ASRI) di kawasan Hutan Karetan. Kegiatan ini meliputi pembersihan sampah liar serta pemasangan lubang biopori sebagai langkah konservasi air dan upaya mengurangi potensi banjir.

Dalam kesempatan ini, Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat penegak hukum, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan program ini.

“Program ini adalah bentuk gotong royong lintas sektor, lintas negara. Namun pada akhirnya, keberhasilannya sangat bergantung pada kepedulian dan keterlibatan kita semua dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dengan dimulainya implementasi Fase 2 dan 3, Banyuwangi Hijau memasuki babak baru sebagai program layanan persampahan skala kabupaten. Langkah ini menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu pionir daerah yang berhasil mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat ke dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. (*)

Penulis Winda Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu