Dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal, sejumlah siswa Spemdalas (SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik) melaksanakan kunjungan edukatif ke Batik Pitutur di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Smart Talk with Foreigner yang diselenggarakan Spemdalas.
Kunjungan tersebut didampingi Ms. Lily (Chenyang Lou), mahasiswa Zhejiang University, Hangzhou, Tiongkok, yang turut belajar langsung proses membatik bersama para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada batik bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat nilai, sejarah, dan kearifan lokal.
Siswa yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Kafhaya Tsabita Ardhana (kelas 9 Granada), Meilanie Alma Putri (kelas 9 Hadramaut), Rashanah Apta Hariadi (kelas 8 Germanium), dan Zaleandra Revandityo Tyaga (kelas 8 Ferrum).
Pemilik sekaligus pengelola Batik Pitutur Cerme, H. Ilham, menyampaikan bahwa edukasi membatik menjadi media efektif untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Batik tidak sekadar kain bermotif, tetapi juga menyimpan nilai identitas dan pesan budaya yang diwariskan lintas generasi.
Selama kegiatan, para siswa diperkenalkan pada proses pembuatan batik menggunakan teknik cap. Mereka belajar mulai dari pengenalan motif, penggunaan alat cap, hingga proses pewarnaan kain. Keterlibatan langsung dalam setiap tahapan membuat pembelajaran berlangsung lebih interaktif dan bermakna.
Ms. Lily mengapresiasi batik Indonesia sebagai karya seni yang menuntut ketelitian, kekompakan, dan pemahaman proses. Kehadirannya menghadirkan pengalaman lintas budaya yang berharga sekaligus memperkaya wawasan siswa tentang bagaimana budaya lokal Indonesia dipelajari dan diapresiasi secara global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments