Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bawa Pulang Medali Perunggu di PORNAS 2025, Guru SD MUDRI Buktikan Usia Bukan Penghalang untuk Berprestasi

Iklan Landscape Smamda
Bawa Pulang Medali Perunggu di PORNAS 2025, Guru SD MUDRI Buktikan Usia Bukan Penghalang untuk Berprestasi
Muhammad Yusuf Effendi, salah satu guru ekstrakurikuler bela diri SD Muhammadiyah 1 Driyorejo saat menerima Medali Perunggu untuk cabor pencak silat kelas baku tunggal putra pada ajang PORNAS ke XVII di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan (Elisyah Susanty/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semangat juang tak pernah mengenal batas usia. Itulah yang dibuktikan oleh Muhammad Yusuf Effendi, guru ekstrakurikuler bela diri SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD MUDRI) Gresik.

Dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) XVII Tahun 2025, ia sukses membawa pulang medali perunggu di nomor seni bela diri pencak silat tunggal baku putra, Selasa (14/10/2025).

Sejak tahun 2020, Yusuf aktif membimbing siswa-siswi SD MUDRI dalam kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci. Melalui latihan rutin, ia mengajarkan teknik dasar, kedisiplinan, dan filosofi bela diri yang berakar pada nilai kejujuran dan keberanian.

“Bela diri tidak hanya soal menjadi juara, tapi juga melatih kejujuran dan mental yang kuat untuk meraih tujuan hidup dengan cara yang luar biasa. Tapak Suci menjadi wadah bagi siswa untuk bertumbuh, baik fisik maupun mental,” ujar pria kelahiran Surabaya, 21 November 1979.

Di bawah bimbingannya, banyak siswa SD MUDRI telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan. Keberhasilan Yusuf di tingkat nasional menjadi inspirasi bagi murid-muridnya bahwa guru pun harus memberi teladan lewat aksi nyata.

Debut Cabor Pencak Silat di PORNAS XVII

Ajang PORNAS KORPRI XVII Tahun 2025 diselenggarakan di Jakabaring Sport City, Palembang, pada 5–11 Oktober 2025. Tahun ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya cabang olahraga pencak silat dipertandingkan, dengan delapan medali emas yang diperebutkan di berbagai nomor seni dan tanding.

Dalam pertandingan kelas tunggal baku putra yang digelar pada 7–10 Oktober 2025, Yusuf tampil mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bertanding bersama 15 peserta dari berbagai provinsi dan instansi, ia tampil memukau dengan kostum hitam beraksen emas.

Hasilnya, Yusuf berhasil finis di posisi ketiga dan berhak atas medali perunggu. Adapun medali emas diraih atlet tuan rumah dari Sumatera Selatan, dan medali perak dibawa pulang oleh perwakilan Kalimantan Barat.

“Terjun di dunia bela diri harus siap dengan kondisi apapun. Kuncinya tetap semangat dan pantang menyerah,” ujarnya mantap saat diwawancarai PWMU.CO.

Semangat Tak Pernah Pudar

Meski tak lagi muda, semangat Yusuf untuk terus berprestasi tak pernah surut. Ia berharap pencapaiannya bisa menjadi inspirasi bagi anak didiknya di SD MUDRI.

“Saya ingin menunjukkan bahwa semangat tidak boleh padam meski usia terus bertambah. Semoga anak-anak SD MUDRI bisa meniru semangat juang ini dan terus berprestasi tanpa mengenal batas,” tuturnya penuh harap.

Dengan torehan prestasi ini, Yusuf bukan hanya mengharumkan nama instansi dan sekolahnya, tetapi juga menegaskan bahwa dedikasi dan semangat pantang menyerah adalah kunci sejati dalam menjemput prestasi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu