Dalam semarak Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama LKSA Budi Mulya menggelar Pesantren Jalan Cahaya Ramadan untuk 100 anak yatim piatu di Banyuwangi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (28 Februari–1 Maret 2026) ini dipusatkan di Panti Budi Mulya, Banyuwangi, Jawa Timur. Sejak awal, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa, menghadirkan pengalaman Ramadan yang lebih bermakna bagi para peserta.
Sebanyak 100 anak yatim piatu mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari empat LKSA di bawah pembinaan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, yakni LKSA Budi Mulya, LKSA Al Qolam Tegalsari, LKSA Husnul Khotimah Rogojampi, dan Panti Rumah Tumbuh.
Program ini merupakan bagian dari 30 Program Nasional Baznas RI yang digelar untuk menyemarakkan Ramadan sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan dan karakter anak-anak yatim di berbagai daerah.
Bagian dari 30 Program Nasional Baznas RI
Ketua Panitia Pesantren Jalan Cahaya Ramadan, Ustadz Fian Mardy Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari 30 program nasional Baznas RI yang bersumber dari dana zakat para muzakki di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 20 titik yang tersebar di 11 provinsi. Banyuwangi menjadi salah satu lokasi terpilih dan dipusatkan di LKSA Budi Mulya. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi wawasan Islam, pembinaan diri, serta penguatan keagamaan,” ujarnya.
Di sela-sela kegiatan, peserta juga memperoleh materi dari tiga narasumber, di antaranya tentang menjadi generasi Qur’ani, menumbuhkan kepedulian dan saling menguatkan, serta membangun komitmen sebagai intelektual muslim. Dengan bekal tersebut, diharapkan keimanan dan kualitas ibadah mereka semakin meningkat selama Ramadan.
Melahirkan Cahaya-Cahaya Baru
Pesantren Jalan Cahaya Ramadan resmi dibuka oleh Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, di Aula LKSA Budi Mulya, Sabtu (28/2/2026). Turut hadir Baznas Kabupaten Banyuwangi serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi.
Pengurus LKSA Budi Mulya, Yudi Setyo Prayogo, menyampaikan rasa syukurnya karena dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut. Terlebih, program ini hanya digelar di 20 lokasi di seluruh Indonesia.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memperluas wawasan keislaman anak-anak panti asuhan. Apalagi mereka termasuk salah satu dari empat sasaran utama program ini, yakni komunitas rentan,” katanya.
Lebih dari sekadar pembinaan spiritual, Pesantren Jalan Cahaya juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antar-anak panti asuhan dari berbagai LKSA. Kebersamaan itu diharapkan menumbuhkan semangat saling mendukung dan menguatkan.
Baznas RI dan LKSA Budi Mulya berharap program ini dapat terus dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi dan menjangkau lebih banyak komunitas.
Harapannya, kegiatan semacam ini tidak hanya memeriahkan Ramadan, tetapi juga melahirkan cahaya-cahaya baru yang kelak menerangi dunia.






0 Tanggapan
Empty Comments