
PWMU.CO – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Furqon, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, saat sekitar 20 pimpinan Aisyiyah dari berbagai tingkat — ranting, cabang, hingga daerah — berkumpul dalam kajian rutin yang kali ini mengangkat tema “Pendalaman AD/ART Aisyiyah” Jumat (25/7/2025).
Kegiatan ini merupakan agenda berkala yang digelar secara bergilir di tiap cabang Aisyiyah untuk memperkuat pemahaman keorganisasian dan menyatukan langkah dalam menjalankan amanah dakwah. Kajian dimulai dengan pembukaan, pembacaan Al-Fatihah, ikrar kesaksian, tilawah, sambutan ketua PDA, dan dilanjutkan dengan sesi inti berupa pendalaman materi AD/ART.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Blitar, dr Wasingah MKes menegaskan pentingnya memahami AD/ART sebagai pedoman utama dalam berorganisasi.
“AD/ART merupakan undang-undang yang menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi. Dengan memahami AD/ART Aisyiyah, kita akan menjadi lebih kuat dalam berdakwah menuju Islam yang sebenar-benarnya,” ujarnya penuh semangat.

Materi utama disampaikan oleh Nurul Hidatjati SAg selaku Wakil Ketua PDA. Ia menekankan bahwa buku AD/ART berwarna hijau seharusnya dimiliki oleh setiap pimpinan dan dibaca secara kolektif bersama jajaran hingga tingkat ranting. Pada sesi pertama ini, pembahasan difokuskan pada bagian mukadimah, dimulai dari tafsir surat Al-Fatihah hingga pengenalan identitas Aisyiyah secara menyeluruh.
“Kajian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan ideologis agar para pimpinan memahami arah gerak organisasi,” jelas Nurul dalam penyampaiannya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan surat Al-‘Asr dan doa bersama, sebagai penegasan bahwa waktu adalah aset penting dalam perjuangan dan pengabdian.
Dengan adanya kajian rutin seperti ini, diharapkan setiap pimpinan Aisyiyah semakin memahami AD/ART dan mampu meneruskannya kepada anggota di seluruh jenjang, sehingga tercipta keselarasan langkah dalam menjalankan roda organisasi yang kokoh, visioner, dan penuh keikhlasan. (*)
Penulis Miftakhul Rohmah Editor Amanat Solikah


0 Tanggapan
Empty Comments