Satu per satu tamu undangan disambut hangat oleh Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, Dra. Innik Hikmatin, M.Pd.I, dalam peringatan Milad ke-28 Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Acara tersebut digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik pada Sabtu (6/12/2025).
“Selamat Bermilad Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik ke-28,” ucapnya mengawali sambutan.
Saat menyaksikan beberapa penampilan murid-murid TK Aisyiyah, Innik menyampaikan apresiasi khusus terhadap sekolah yang melibatkan anak berkebutuhan khusus dalam penampilannya.
“Terima kasih kepada sekolah hebat yang dengan senang hati membimbing mereka. PAUD unggulan adalah PAUD yang menangani anak tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Membangun Kemandirian IGABA
Tema Milad ke-28 IGABA, “Membangun Kemandirian IGABA dalam Melejitkan PAUD ‘Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan”, selaras dengan pesan utama yang disampaikan Ketua PDA.
Menurutnya, kemandirian organisasi akan tumbuh jika para guru memiliki empat karakter penting:
Satu, Profesionalisme: Guru dan kepala sekolah harus bertanggung jawab serta amanah dalam tugas.
Dua, Kejujuran: Bukan hanya dalam urusan material, tetapi jujur dalam memberikan kurikulum dan pembelajaran sesuai kebutuhan anak.
Tiga, Kemampuan mengelola anggota secara mandiri.
Empat, Kemauan bermitra dan bersinergi.
“Semua guru Bustanul Athfal adalah ujung tombak pengembangan amanah ‘Aisyiyah. Pendidik tunas bangsa untuk masa depan,” ujarnya. Ia juga mengutip pesan Al-Qur’an, “Janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah.”
Empati untuk Saudara di Sumatra
Innik turut menyampaikan keprihatinan atas bencana yang menimpa saudara-saudara di Sumatra dan mengajak para guru menunjukkan empati sebagai bagian dari profesi yang peduli pada kemanusiaan.
Menutup sambutan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Milad IGABA ke-28.
Pada kesempatan yang sama, Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) ‘Aisyiyah meluncurkan buku Dinamika Gerakan ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik, sebuah dokumentasi sejarah setebal 400 halaman.
“Di sinilah titik temu dari Menemu Perubahan, Menyulam Harapan. Launching buku ini menunjukkan luar biasanya kontribusi para ibu dalam menulis sejarah gerakan ‘Aisyiyah,” puji Innik di akhir sambutannya. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments