Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia santri melalui Workshop Public Speaking, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula PPI AMF tersebut diikuti ratusan santri dari berbagai daerah. Para peserta tampak antusias menyimak materi sejak awal hingga akhir kegiatan.
Workshop ini menghadirkan narasumber inspiratif yang akrab disapa Kak Klik, seorang praktisi dan motivator public speaking berpengalaman dalam pendampingan komunitas pendidikan.
Sejak awal kegiatan, suasana aula tampak hidup. Para santri mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, diawali pengenalan pentingnya komunikasi efektif dalam dunia pendidikan dan kehidupan keluarga.
Dalam pemaparannya, Kak Klik menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar keterampilan berbicara di depan umum, melainkan kemampuan dasar membangun komunikasi yang sehat, percaya diri, dan berdampak positif.
“Public speaking bukan soal siapa yang paling pintar berbicara, tetapi siapa yang mampu menyampaikan pesan secara jelas, tulus, dan bermakna,” ujar Kak Klik.
Ia menjelaskan bahwa pesantren dan wali santri memiliki peran strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya hubungan harmonis antara anak, orang tua, dan lembaga pendidikan.
“Public speaking bukan hanya maju ke depan lalu berbicara. Lebih dari itu, kemampuan ini membangun kepercayaan diri dan membantu seseorang memahami potensi dirinya,” tambahnya.
Workshop ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai simulasi, permainan komunikasi, serta praktik berbicara di depan umum. Sejumlah peserta diberi kesempatan tampil untuk melatih keberanian dan mengatasi rasa gugup.
Suasana semakin cair ketika materi disampaikan dengan gaya ringan dan humoris. Peserta tampak aktif berinteraksi, tertawa bersama, sekaligus merenungkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri sebagai santri.
“Biasanya kami grogi saat berbicara di depan banyak orang. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa rasa takut itu wajar dan bisa dilatih,” ungkapnya.
Peserta lain menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan santri tidak hanya ditentukan sistem pesantren, tetapi juga kualitas pendampingan keluarga. Sinergi pesantren dan orang tua dinilai sangat penting.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama. Para peserta tampak puas dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Workshop Public Speaking ini menjadi bukti bahwa PPI Abdul Malik Fadjar tidak hanya fokus pada aspek akademik dan kepesantrenan, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan komunikasi santri.






0 Tanggapan
Empty Comments