Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Al-Fatihah dengan Benar, PRM Pengalusan Wujudkan Dakwah Al-Qur’an lewat Halaqah Tahsin

Iklan Landscape Smamda
Belajar Al-Fatihah dengan Benar, PRM Pengalusan Wujudkan Dakwah Al-Qur’an lewat Halaqah Tahsin
Para peserta saat mengikuti halaqah. Foto: Istimewa/PWMU.CO.
pwmu.co -

Semangat dakwah Al-Qur’an kembali menggema di tengah masyarakat Ranting Muhammadiyah Pengalusan, Purbalingga.

Kesadaran akan pentingnya memahami Al-Fatihah, baik dari sisi bacaan, hafalan, hingga makna dan pengamalannya, mendorong jamaah Musala At-Taqwa Desa Pengalusan untuk membentuk halaqah yang fokus untuk mengasah kemampuan baca Al-Qur’an yang sesuai dengan tajwid, Ahad (5/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung rutin setiap Ahad malam, ba’da Magrib hingga menjelang azan Isya, dengan bimbingan Ustadz Afrizal, S.I.Kom. Fokus utamanya adalah memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid, khususnya surat Al-Fatihah, yang menjadi rukun dalam salat.

“Jumlah peserta maksimal 15 orang dan itu sudah kami anggap sebagai kelas besar. Dengan jumlah terbatas, proses pembelajaran lebih terpantau dan terasa perkembangannya,” ungkap Ustadz Afrizal usai halaqah.

Metode yang digunakan merupakan kombinasi antara metode Tartil dan Ummi, dilengkapi dengan rujukan dari berbagai sumber. Kajian juga mencakup perbaikan bacaan surat-surat pendek di Juz 30, serta nasehat-nasehat dari Kitab Adabul Mufrad karya Imam Al-Bukhari sehingga pembelajaran terasa padat dan bermakna.

Tak hanya teori, pembelajaran diselingi teknik praktis seperti “memencet hidung” untuk memastikan ketepatan huruf mad, agar suasana belajar lebih hidup dan menyenangkan. Hal ini membuktikan bahwa belajar tahsin tidak harus kaku, melainkan bisa dilakukan dengan metode yang ringan dan menarik.

Takmir musala At-Taqwa memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, mendorong para imam dan jamaah untuk aktif mengikuti halaqah tahsin sebagai upaya memakmurkan masjid dan menyempurnakan ibadah.

Ustadz Afrizal berharap para peserta yang mengikuti secara istikamah dapat menularkan ilmu yang didapat kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

Ia juga menegaskan pentingnya terus belajar membaca Al-Qur’an karena bahasa Al-Qur’an yang tinggi tidak boleh dipahami dan dibaca secara sembarangan.

“Betapa pentingnya satu huruf dalam Al-Qur’an. Salah titik, salah panjang-pendek atau salah waqaf bisa mengubah arti. Maka, tidak ada kata berhenti untuk belajar,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa meski surat Al-Fatihah dibaca setiap hari dalam salat, tetap diperlukan pemahaman dan pembacaan yang benar. Sebab, Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu