Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di lingkungan SD Muhammadiyah 4 Zamzam saat kegiatan As Salam digelar pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang mempertemukan wali murid dan sekolah dalam suasana edukatif dan menyenangkan.
Berbeda dari pembelajaran sehari-hari, As Salam dirancang sebagai ajang silaturahmi dengan melibatkan wali murid secara langsung untuk berbagi pengalaman, keterampilan, dan inspirasi di dalam kelas.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan As Salam dikemas dalam bentuk cooking class dan praktik keterampilan hidup yang disesuaikan dengan jenjang kelas siswa. Untuk siswa kelas 1 hingga 4, wali murid bersama pemateri mengajak anak-anak mengikuti cooking class membuat kimbab dan sandwich.
Anak-anak tampak antusias saat menata bahan, menggulung kimbab, hingga menghias sandwich hasil kreasi mereka sendiri. Aktivitas ini tidak hanya melatih motorik halus dan kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian serta kerja sama sejak dini.
Sementara itu, siswa kelas 5 dan 6 mengikuti kegiatan pembuatan deodoran alami. Dalam kegiatan ini, siswa dikenalkan pada bahan-bahan alami seperti lidah buaya, tawas, dan gliserin, serta proses pembuatannya yang sederhana namun bermanfaat.
Melalui praktik tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap penggunaan produk ramah lingkungan.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, M.AP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan As Salam merupakan program strategis sekolah untuk mempererat hubungan antara wali murid dan pihak sekolah.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Melalui kegiatan As Salam ini, kami ingin membangun kolaborasi yang hangat antara guru, siswa, dan wali murid. Ketika orang tua terlibat langsung dalam proses pendidikan, anak-anak akan merasakan dukungan yang lebih utuh,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Urusan Kurikulum SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Fridalifia Maharani Putri, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pembelajaran berbasis pengalaman.
“Kegiatan As Salam menjadi bagian dari penguatan kurikulum yang menekankan pembelajaran kontekstual. Anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari praktik langsung dan pengalaman nyata yang dibagikan oleh orang tua dan pemateri,” jelasnya.

Sambutan juga disampaikan Ketua IKWAM SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Bunda Anita Ikawati. Ia mengapresiasi keterbukaan sekolah dalam melibatkan wali murid sebagai bagian dari proses pendidikan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri anak, memperluas wawasan keterampilan hidup, serta memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua,” tuturnya.
Melalui kegiatan As Salam, SD Muhammadiyah 4 Zamzam berharap tercipta lingkungan belajar yang kolaboratif, hangat, dan bermakna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga jembatan silaturahmi dalam mendampingi tumbuh kembang siswa, baik secara akademik maupun karakter.






0 Tanggapan
Empty Comments