TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 38 Kota Baru Driyorejo Gresik melaksanakan kegiatan outing class ke pasar tradisional, Selasa (21/10/2025).
Selain belajar cara bertransaksi dan untuk mengenalkan mata uang, kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi tumbuh kembang siswa dengan mengasah keterampilan sosial, komunikasi, dan peduli terhadap sesame.
Ada 3 tempat yang dijadwalkan untuk kegiatan Outing Class siswa TK ABA 38 Driyorejo untuk tahun ajaran 2025/2026, salah satunya adalah berkunjung ke pasar tradisional. Kegiatan yang diikuti oleh 67 siswa TK A dimulai pada pukul 08.00 WIB.
“Mulai mengajarkan anak menjadi mandiri sejak kecil, mengenalkan mata uang, belajar cara bertransaksi, mengenal banyak macam sayur – sayuran, dan buah – buahan secara langsung. Tidak hanya itu, kegiatan ini sangat baik untuk tumbuh – kembang anak dengan cara mengasah keterampilan sosia, komunikasi anak, dan peduli terhadap sesama”, kata Ni’matul Fitriyah, S.Ag selaku Kepala TK ABA 38 Kota Baru Driyorejo.
Berada di Jl. Raya Phirus Biru 12 D Blok AJ No. 43 Kota Baru Driyorejo, 67 siswa TK A bersiap untuk mengikuti kegiatan outing class. Bersiap untuk memulai kegiatan, siswa membaca doa bersama yang dipimpin oleh Ni’matul Fitriyah S.Ag.
Belajar di Pasar Tradisional
Menggunakan 6 bemo untuk menuju pasar tradisional, siswa masuk satu persatu sesuai dengan kelasnya. Pasar Petiken yang berlokasi di Jl. Raya Petiken Driyorejo menjadi pilihan outing class kali ini, Rabu (15/10/2025).
“Dengan berkunjung ke pasar tradisional, mereka bisa mengenal langsung apa saja yang ada di pasar tradisional dan hal ini tentunya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak – anak”, ucap Yuniarsih, S.Pd selaku Guru Bahasa Inggris TK Aisyiyah 38 Kota Baru Driyorejo yang ikut mendampingi siswa dalam kegiatan ini.
Berbaris rapi dan bergandengan , siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan masing-masing pendamping. Anita Bella Prastianti, S. Pd salah satu guru TK ABA 38 Kota Baru Driyorejo mulai mengenalkan apa saja yang ada di pasar.
“Anak – anak boleh lihat sebelah kanan dan kiri, ada berbagai macam sayuran, buah – buahan, dan daging. Tidak hanya itu, disini juga ada yang jual gerabah,” tuturnya sambil menunjuk ke arah penjual gerabah.
Satu per satu siswa belajar bertransaksi untuk membeli barang di pasar, dengan bantuan guru pendamping siswa dilatih untuk bisa berkomunikasi dengan penjual.
“Bu, aku mau beli timun karna aku suka timun,” celetuk Dzaky Fadhlurrahman Choiriyadi kepada pedagang sayur.
Dzaky yang saat ini duduk di TK A yang mulai praktik bertransaksi dengan berani memberikan uang kepada penjual. “Kalau aku mau beli bawang putih buat mamaku,” sambung Kae Assaghedi sambil memberikan uangnya.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar, harapannya anak – anak mendapat pengalaman yang membuat mereka berani dan percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama terutama saat di pasar tradisional,” pungkas Ni’matul Fitriyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments