Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar dari Muhammad Abduh: Islam Harus Terwujud dalam Tindakan Nyata

Iklan Landscape Smamda
Belajar dari Muhammad Abduh: Islam Harus Terwujud dalam Tindakan Nyata
Dr. HM. Sulthon Amien. Foto: Um Surabaya
pwmu.co -

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. HM Muhammad Sulthon Amien, MM menegaskan pentingnya mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengutip pemikiran tokoh reformis Mesir, Muhammad Abduh, untuk menggugah kesadaran umat agar tidak berhenti pada simbol-simbol keislaman semata, tetapi menjadikan ajaran Islam nyata dalam perilaku dan tata kehidupan.

“Aku berkunjung ke negara-negara Eropa dan Amerika, di sana aku tidak menemukan umat Islam, tetapi aku menemukan ajaran Islam terwujud dalam kehidupan masyarakatnya,” kutip Dr. HM Muhammad Sulthon Amien dari perkataan terkenal Muhammad Abduh, seperti dilansir di kanal Youtube Masjid At Tanwir Gresik.

Sulthon membedah realitas umat Islam yang seringkali berhenti pada simbol-simbol keagamaan tanpa diiringi perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

“Kita bangga dengan busana muslim, berjenggot, atau bercadar, tapi kadang lupa mewujudkan ajaran Islam dalam kebersihan, keteraturan, dan tanggung jawab sosial,” ujar doses Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) itu.

Dia juga menyoroti fenomena kontras antara masyarakat Barat yang meskipun bukan mayoritas Muslim, tetapi justru banyak menerapkan nilai-nilai Islam seperti disiplin, kebersihan, dan kejujuran.

Doa mencontohkan, “Di Jepang, kalau ada pejabat korupsi, satu negara gempar. Tapi di negeri kita, korupsi sudah jadi berita harian.”

Dalam bagian lain ceramahnya, Sulthon menekankan bahwa pembenahan harus dimulai dari hal-hal kecil.

“Kalau hal kecil saja tidak bisa diurus, bagaimana yang besar? Merapikan tempat tidur setelah bangun, menjaga kebersihan rumah, dan menepati waktu. Itu bagian dari keislaman,” tegas Bos Parahita Diagnostoc Center itu.

Dia juga menyinggung pentingnya keteladanan dalam amal sehari-hari. Menurutnya, menjadi Muslim sejati bukan sekadar banyak beribadah, tetapi juga menebar manfaat bagi sesama.

“Ada orang rajin salat malam, tapi tak peduli pada tetangganya. Islam tidak hanya ritual, tapi juga sosial,” katanya.

Sulthon mengingatkan agar umat Islam tidak hanya sibuk berdebat soal dalil, tetapi juga fokus pada penerapan. Ia mencontohkan negara-negara yang dianggap paling “Islami” berdasarkan praktik sosial justru bukan negara mayoritas Muslim.

“Selandia Baru, Swedia, dan Belanda menempati posisi teratas. Sementara negara kita jauh di bawah,” ujarnya, mengutip hasil riset Global Peace Index.

Dia menekankan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri meneladani semangat pembaruan yang dibawa Muhammad Abduh dan Kiai Ahmad Dahlan, yaitu menjadikan Islam rasional, kontekstual, dan berorientasi amal nyata.

“Kiai Dahlan tidak mengajarkan hafalan ayat semata, tetapi praktik dari ayat itu. Bagaimana ayat Al-Ma’un melahirkan sekolah dan rumah sakit—itulah Islam yang hidup,” jelasnya.

Sulthon juga menyinggung fenomena “Muslim tanpa masjid” dan generasi muda yang mulai memisahkan spiritualitas dari agama formal.

“Sekarang banyak yang bilang: ‘spiritual yes, religion no’. Ini tantangan besar. Islam tidak hanya soal doa, tapi juga kesadaran etis dan sosial,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa modernisasi Islam bukan berarti meninggalkan nilai-nilai dasar, melainkan memadukan ilmu dan iman.

“Negara maju seperti Tiongkok bisa memadukan pengobatan tradisional dan modern. Umat Islam pun harus berani mengawinkan nilai-nilai spiritual dengan kemajuan ilmu pengetahuan,” paparnya.

Sulthon berpesan agar umat Islam tidak sekadar “menjiwai” Islam dalam simbol, tetapi menjadikannya ruh kehidupan.

“Menjiwai Islam bukan hanya dengan pakaian, tapi dengan perilaku yang memancarkan kejujuran, kebersihan, dan kasih sayang,” tuturnya.

Sulthon mengingatkan bahwa Islam bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi untuk diwujudkan. “Kalau ingin menjadi Muhammadiyah sejati,” katanya, “bukan banyak bicara, tapi banyak praktik.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu