Pada hari Selasa (20/1/2026), siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Muhammadiyah 8 Tulangan mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas yang bertema pengenalan sejarah perjuangan bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Tugu Pahlawan Surabaya, sebuah tempat bersejarah yang menjadi simbol perjuangan dan keberanian arek-arek Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sejak pagi hari, suasana semangat dan antusias sudah terlihat dari wajah para siswa. Mereka berkumpul dengan tertib, didampingi oleh para guru, sebelum memasuki kawasan Tugu Pahlawan. Bagi sebagian siswa, ini adalah pengalaman pertama berkunjung langsung ke museum sejarah.
Rasa penasaran dan ingin tahu tampak jelas saat mereka melihat monumen Tugu Pahlawan yang menjulang tinggi, berdiri kokoh sebagai pengingat perjuangan para pahlawan bangsa.
Setibanya di dalam Museum Tugu Pahlawan, siswa diajak menyusuri ruang-ruang pameran yang sarat akan nilai sejarah. Para guru dan pemandu museum memberikan penjelasan mengenai latar belakang terjadinya peristiwa 10 November 1945, peristiwa besar yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Siswa mendengarkan dengan saksama kisah keberanian arek-arek Surabaya yang rela berjuang dan berkorban demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui penjelasan tersebut, siswa mulai memahami bahwa perjuangan tidaklah mudah. Arek-arek Surabaya harus menghadapi berbagai tantangan, keterbatasan senjata, serta ancaman dari pihak penjajah. Namun, semangat persatuan dan keberanian membuat mereka pantang menyerah.
Kisah-kisah heroik ini meninggalkan kesan mendalam dan membuat suasana belajar terasa khidmat dan penuh makna.
Tidak hanya mendapatkan penjelasan secara lisan, siswa juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang tersimpan di museum. Mereka mengamati senjata-senjata perjuangan yang digunakan oleh para pejuang, pakaian dan perlengkapan tempur, arsip dan foto dokumentasi, serta diorama yang menggambarkan situasi pertempuran di Surabaya pada masa itu. Setiap benda memiliki cerita tersendiri yang memperkaya pemahaman siswa tentang sejarah perjuangan bangsa.
Para siswa tampak aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka saling berdiskusi, bertanya kepada guru dan pemandu, serta mencatat hal-hal penting yang mereka pelajari. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga melatih sikap disiplin, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran sejarah yang biasanya dilakukan di dalam kelas terasa jauh lebih hidup dan menyenangkan ketika dilakukan langsung di lokasi bersejarah.

Salah satu siswa kelas 6B, Raissa, mengungkapkan kesan mendalam setelah mengikuti kegiatan ini. Ia merasa sangat senang dan bangga bisa belajar langsung di Museum Tugu Pahlawan.
“Menurut saya, belajar sejarah di Museum Tugu Pahlawan sangat seru dan berbeda dari biasanya. Saya jadi lebih memahami perjuangan arek-arek Surabaya pada peristiwa 10 November. Melihat benda-benda bersejarah secara langsung membuat saya sadar bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan pengorbanan yang besar. Kegiatan ini membuat saya semakin menghargai jasa para pahlawan dan lebih mencintai Indonesia,” tutur Raissa.
Melalui kegiatan pembelajaran luar kelas ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti semangat juang, keberanian, persatuan, tanggung jawab, dan rasa nasionalisme. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Kegiatan belajar sejarah di Museum Tugu Pahlawan Surabaya ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan berkesan bagi siswa kelas 4–6 SD Muhammadiyah 88. Dengan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, siswa diharapkan mampu meneladani semangat perjuangan para pahlawan serta tumbuh menjadi generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat sebagai penerus bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments