Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang akrab dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya kembali menegaskan jati dirinya sebagai ruang tumbuh yang ramah, progresif, dan berpihak pada potensi anak.
Melalui pendekatan edutainment dan pendidikan humanis, sekolah ini secara konsisten memberikan kesempatan, bimbingan terbaik, serta pendampingan berkelanjutan agar setiap siswa mampu berkembang sesuai minat dan bakatnya.
Suasana berbeda tampak di Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Selasa pagi (3/2/2026). Tepat pukul 08.00 WIB, sembilan unit bemo khas Surabaya beriringan memasuki area kampus dan sontak menarik perhatian sivitas akademika. Kendaraan ikonik tersebut menurunkan siswa kelas 5 Sekolah Kreatif Baratajaya di titik yang telah ditentukan.
Dengan penuh antusias, para siswa melangkah menuju Aula Fakultas Psikologi Unair, menyusuri selasar kampus yang bersih dan tertata rapi, di bawah rindangnya pepohonan serta bayang-bayang gedung ASEEC yang menjulang megah. Atmosfer akademik kampus memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan membekas bagi mereka.
Kehadiran para siswa di lingkungan perguruan tinggi ini merupakan puncak dari rangkaian Ujian Tugas Akhir Kelas 5, sebuah program unggulan yang dirancang menyerupai proses akademik di jenjang universitas.
Jika mahasiswa menuntaskan studi dengan skripsi, maka siswa kelas 5 Sekolah Kreatif Baratajaya menutup fase belajarnya dengan menghasilkan produk nyata yang lahir dari eksplorasi ide, kreativitas, serta kerja kolaboratif.
Pendekatan PjBL
Program ini menjadi implementasi konkret dari pendekatan Project Based Learning (PjBL), di mana siswa belajar melalui proyek jangka panjang yang menuntut pemecahan masalah, tanggung jawab, komunikasi, dan kreativitas.
Sebanyak 98 siswa terbagi ke dalam 12 kelompok kerja dengan enam tema besar, yaitu Science Tech, Sosial, Nutrisi, Konstruksi, Lingkungan, dan Art. Ragam tema ini mencerminkan luasnya spektrum minat dan kecerdasan siswa.
“Alhamdulillah, terbentuk 12 kelompok dari 98 siswa dengan pilihan tema yang sangat beragam. Ini menunjukkan keberanian anak-anak dalam menuangkan ide dan potensi mereka,” ujar Rimby Novitasari, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan.
Rangkaian tugas akhir ini telah berlangsung sejak semester 1. Dimulai dari pendampingan intensif, briefing pengetahuan tentang tugas akhir, pemahaman sistematika penulisan proposal, penyusunan rencana tindak lanjut, hingga ujian proposal.
Proses panjang tersebut mencerminkan penerapan teori konstruktivisme, di mana siswa membangun pemahamannya melalui pengalaman langsung, serta teori humanistik yang memandang siswa sebagai subjek belajar yang merdeka, bermakna, dan dihargai.
Selain itu, program ini selaras dengan Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dari Howard Gardner, karena memberi ruang bagi beragam potensi anak untuk berkembang.
Proses Penilaian
Ujian tugas akhir menghadirkan tiga penguji sebagai panelis. Salah satunya, dosen Fakultas Psikologi Unair, Nabila Nasywa Rasyiidah, S.Psi, memberikan apresiasi terhadap karya dan presentasi siswa.
“Saya tertarik dengan apa yang telah kalian sajikan hari ini. Saya menunggu keberlanjutan kreativitas kalian di jenjang berikutnya,” tuturnya.
Proses penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif oleh tim penguji yang kompeten, yakni Nabila Nasywa Rasyiidah, S.Psi., Kepala Urusan Kesiswaan Sekolah Kreatif Baratajaya Ustazah Ira Nurmasari, S.Pd, serta Heru Tjahyono dari Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (Tips). Para penguji tidak hanya memberikan skor, tetapi juga masukan konstruktif, motivasi, serta apresiasi atas orisinalitas ide siswa.
Interaksi hangat antara akademisi perguruan tinggi dan siswa sekolah dasar menciptakan atmosfer edukatif yang inspiratif, sekaligus memperlihatkan sinergi nyata antara dunia sekolah dan perguruan tinggi. Meski sempat diliputi rasa gugup, para siswa mampu menunjukkan performa terbaiknya.
“Aku awalnya nervous, tapi Alhamdulillah lancar, sampai kincir air bisa menyalakan lampunya,” ujar Bariq Ibadillah Pranowo dengan wajah bangga.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Rabu (4/2/2026) melalui Pameran Tugas Akhir di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya yang dapat disaksikan dan dicoba oleh seluruh warga sekolah. Sebuah perayaan belajar yang membuktikan bahwa pendidikan yang menyenangkan, humanis, dan bermakna mampu melahirkan generasi kreatif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments